gangguan psikologis pada anak

4 Mei
  1. A.    MACAM-MACAM GANGGUAN PSIKOLOGI PADA ANAK
    1. 1.      Autisme
      1. a.      Pengertian

Autisme adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi social, dan perilaku.

  1. b.      Karateristik Anak Autis
  • Masalah di bidang komunikasi
  • Masalah di bidang interaksi social
    • Masalah di bidang sensoris
    • Masalah di bidang pola bermain
      • Masalah di bidang perilaku
      • Masalah di bidang emosi
  1. c.       Indikasi dan Penyebab Autisme

Penyebab autis belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli menyebutkan disebabkan oleh multi factorial beberapa peneliti mengemukakan beberapa gangguan biokimia. Ahli lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan kejiwaan. Ada pula yang berpendapat bahwa autism disebabkan oleh kombinasi makanan yang salah, atau lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun yang mengakibatkan keruskan pada usu besar yang kemudian berdampak pada tingkah laku dan fisik termasuk autis. Beberapa penelitian anak autism menemukan adanya gangguan metabolism metalotionin yang merupakan system pada tubuh yang mendetoksifikasi air raksa, dan logam berat lainnya. Dan menurut Karin Nelson ahli neorologi Amerika menyelidiki terhadap protein otak dari sample darah bayi yang baru lahir. Empat sample protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil tapi empat sample yang lainnya mempunyai kadar protein yang tinggi kemudian ditemukan bahwa bayi yang berkadar protein tinggi ini berkembang menjadi autis dan keterbelakangan mental .Nelson menyimpulkan autisme terjadi sebelum kelahiran bayi.

Beberapa teori lain juga mengungkapkan, autisme juga daoat disebabkan oleh virus seperti rubella, toxo, herpes, jamur, nutrisi buruk, perdarahan dan keracunan makanan saat hamil. Hal ini mengahmbat pertumbuhan otak pada bayi sehingga fungsi otak pada bayi yang dikandung terganggu terutama fungsi pemahaman ,komunikasi dan interaksi.

Terkait dengan nutrsi, Mudjito menunjuk pola hidup pada masyrakat kota turut mendukung lahirnya anak autis. Misalnya pengkonsumsi makanan dan minuman tanpa pengendalian mutu termasuk makanan cepat saji. Bisa juga karena sayur atau buah yang dikonsumsi mengandung zat pestisida. 

  1. d.      Langkah Penganganan

Saat ini ada berbagai terapu autis baik yang di akui oleh dunia, medis maupun masih berdasarkan disiplin ilmu tradisional, diharapkan dengan mencoba terapi ini anak yang mengalami autis bisa berkembang lebih baik.  Macam-macam terapi autis diantaranya sebagai berikut :

  1. Metode ABA ( Applied Behavioral Analysis )

Metode ini sering disebut sebagai metode lovaas oleh Yayasan Autisme Indonesia . Melalui metode ini anak dilatih berbagai macam keterampilan yang berguna bagi hidup bermasyarakat misalnya berkomunikasi,berinteraksi, berbicara dan berbahasa.  

  1. Masuk kelompok khusus

Dikelompok ini mereka mendapat kurikulum yang khusu dirancang secara individual. Disni akan mendapatkan penanganan terpadu, yang melibatkan berbagai tenaga ahli seperti psikiater, psikolog, terapis wicara, terapis okupasidan ortopedagog.

  1. Pemberian Obat

Beberapa produk yang direkomendasikan untuk menanggulangi anak autis sebagai berikut :

-          Children Nutrient High calcium Powder  ( Kalsium 1 ) fungsinya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan menyeimbangkan gizi, fungsi lainnya adalah mencegah kerusakan gigi dan pertumbuhan tulang , meningkatkan fungsi otak dan kecerdasan otak , meningkatkan daya penglihatan dan sebagai transmisi syaraf.

-          Zinc , produk ini mengatasi gangguan kecerdasan pada anak dan merupakan zat gizi yang penting dalam pertumbuhan otak.

-          Pine Pollen Powder Capsules fungsinya sebagai penambah zat gizi makro utnuk meningkatkan pertumbuhan anak , terutama pertumbuhan otak.

-          Spirulina fungsinya mengatur metabolisme tubuh , pertumbuhan otak, antioksidan , penambah darah dan anti virus

-          Vitality Softgel Capsules fungsinya menrangsang pertumbuhan otak mencegah anemia,antikosidan, meningkatkan vitalitas sel dan memperkuat syaraf tepi.

 

  1. 2.      Celebral Palsy
    1. a.      Pengertian

Celebral palsy ( CP ) adalah gangguan kendali terhadap fungsi motorik dikarenakan kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Menurut World Comission on CP adalah suau sindroma, yakni terdapatnya gangguan pada system motorik, sikap tubuh atau gejala saraf lainnya dengan atau tanpa melibatkan keterbelakangan mental yang disebabkan disfungsi

  1. b.      Penanganan anak CP dalam pelajaran bahasa

-          Konsep dasar membaca permulaan

-          Kemampuan membaca permulaan anak CP Palsy Spastik

 

  1. 3.      Down Syndrome
    1. a.      Pengertian

Down Syndrome merupakan kelainan kromosom yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan itu berdampak pada keterbelakanagan pertumubuhan fisik dan mental.ciri-ciri anak yang down syndrome memang tampak aneh.

  1. b.      Ciri-ciri fisik down syndrome

-          Mempunyai paras muka yang hampir sama seperti orang mongol. Pangkal hidungnya pendek , jarak antara dua mata berjauhan dan berlebihan kulit di sudt dalam.

-          Mempunyai ukuran mulut yang lebih kecil dan lidahnya besar keadaan demikian menyebabkan lidah selalu menjulur, pertumbunhan gigi lambat dan tidak teratur, telinganya lebih rendah, kepala biasanya lebih kecil dan agak lebar dari bagian depan kebelakang lehernya agak pendek

-          Mempunyai jari-jari yang oendek dengan jari kelingking membegkok kedalam. Pada telapak tangan mereka biasanya hanya terdapat satu garisan urat dinamakan simian crease.

-          Mempunyai kaki agak pendek dengan jarak diantara ibu jari kaki dan jari kaki kedua agak berjauhan

-          Mempunyai otot yang lemah keadaan demikian menyebabkan anak itu menjadi lembek

  1. c.       Pencegahan dan penanganan down syndrome

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada awal-awal bulan kehamilan terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan down syndrome atau ibu hamil di atas usia 40 tahun harus memantau perkembangan janinya sebab ia memiliki resiko melahirkan anak dengan down syndrome lebih tinggi.

Adapun beberapa pemeriksaan yang dapat membantu menegakkan diagnose ini antara lain :

-          Pemeriksaan fisik penderita

-          Pemeriksaan kromosom

-          Ultrasonograpgy

-          Echocardiogram

-          Pemeriksaan darah.

  1. 4.      Low Vision
    1. a.      Pengertian

Low vision adalah daya tajam penglihatan yang sangat rendah, lebih rendah dari 1/300 daya penglihatan normal .Defenisi dari WHO menyebutkan, jika kaca mata biasa atau lensa kontak tidak dapat mengembalikan ketajaman penglihatan seseorang ke keadaan normal, berarti ada kerusakan pada system penglihatannya yang dikatakan sebagai low vision.

  1. b.      Ciri-ciri low vision

-          Menulis dan membaca dengan jarak yang dekat

-          Hanya dapat membaca huruf yang besar

-          Mata tampak lain, terlihat putih di tengah mata ( katarak ) atau kornea ( bagia  bening bagian tengah mata terlihat berkabut )

-          Terlihat tidak menatap lurus kedepan

-          Memicingkan mata atau mengerutkan kening terutama di cahaya terang atau mencoba melihat sesuatu

-          Lebih sulit melihat pada malam hari dari pada siang hari

-          Pernah menjalani opearsi mata dan atau memakai kacat mata yang sangat tebal tetapi masih tidak dapat melihat dengan jelas.

  1. c.       Penyebab Low Vision

-          Kerusakan jaringan mata

-          Ganguan jaringan otak, tempat gambar dicetak

-          Factor genetic

-          Retinitis pigmentosa

-          Malnutrisi

 

  1. 5.      Kesulitan Belajar
    1. a.      pengertian

Kesulitan belajar ( learning disability ) adalah cacat syaraf yang mempengaruhi kemampuan otak anak untuk mengerti, mengingat, dan mengkomunikasikan informasi. Kerusakan syaraf yang terjadi ini dapat berakibat menganggu fungsi otak lainnya, yang menyebabkan masalah akademik anak dalam bidang seperti berikut :

  1. Presepsi visual ( misalnya anak tidak bisa membedakan huruf b dan d , huruf w dan m dan huruf p dan q )
  2. Pemprosesan bahasa ( missal salah dalam menangkap dan memahami instruksi
  3. Kemampuan motorik halus ( missal : tulisannya susah di baca, belum hisa menggunting )
  4. Kemampuan memusatkan perhatian ( misalnya tugas-tugas tidak  pernah selesai tapi ingin mengerjakan tugas lainnya.
  5. b.      Penyebab kesulitan belajar

-          Cidera otak pada masa perkembangan otak

-          Ketidakseimbangan zat-zat kimiawi didalam otak

-          Gangguan perkembangan syaraf

-          Kelambatan proses perkembangan individu

-          Factor genetis

-          Factor lingkungan

  1. c.       Karakteristik

Menurut clement terdapat 10 gejala yang sering dijumpai pada anak berkesulitan belajar yaitu :

-          Hiperaktif

-          Gangguan persepsi motorik

-          Emosi yang labil

-          Kurang koordinasi

-          Gangguan perhatian

-          Impulsive

-          Gangguan memori dan berpikir

-          Kesulitan pada akademik khusus

-          Gangguan berbicara dan mendengar

-          Hasil electroencephalogram (EEG) tidak teratur serta tanda neorologis tida jelas.

 

  1. 6.      Syndrome Asperger
    1. a.      Pengertian

Syndrome asperger merupakan gangguan kejiwaan pada diri seseorang yang ditandai dengan rendahnya kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi.

  1. b.      Karateristik Syndrome asperger

-          Memiliki kelemahan kualitatif dalan berinteraksi social

-          Berbicara lancer saat berusia 5 tahun

-          Memiliki kemampuan intelegensi normal sampai di atas rata-rata dan terlihat berkemampuan tinggi

-          Mempunyai kesulitan dalam koordinasi motoriknya

-          Syndrome asperger memiliki keasaam sifat dengan autism yaitu dalam menanggapi rangsangan sensorik

-          Biasanya  Syndrome asperger tidak memperhatikan lawan bicaranya

-          Dan memiliki rasa takut yang berlebihan.

  1. c.       Cara penanganan

-          Pelatihan dan pendidikan untuk para orang tua

-          Intervensi pendidikan khusus untuk anak

-          Pelatihan keahlian sosialisasi

-          Terapi bahasa

-          Terapi okupasi

-          Pengobatan

-          Terapi sensori integrasi

-          Terapi kognitif atau psikoterapi

 

  1. 7.      Thalasemia
    1. a.      Pengertian

Thalassemia adalah  penyakit keturunan yang diakibatkan oleh kegagalan pembentukan salah satu dari empat rantai asam amino yang memebentuk hemoglobin. Thalassemia dapt pula diartikan sebagai kelaian darah yang sifatnya menurun. Penderitanya mengalami ketidak seimbangan dalam produksi hemoglobin(Hb).

  1. b.      Klasifikasi Thalassemia

-          Thalassemia minor (Thalassemia trait bawaan ) penyakit ini terjadi pada orang-orang yang sehat namun berpotensi menjadi carrier atau pembawa Thalassemia, penderitanya hanya menjadi pembawa gen Thalassemia dan umumnya tidak mengalami masalah kesehatan kecuali gejala anemia ringan yang ditandai dengan lesu, kurang napsu makan sering terkena infeksi , dan sebagainya.

-          Thalassemia Mayor adalah suatu penyakit darah serius yang bermula sejak awal anak-anak. Penderita Thalassemia mayor tidak dapat membentuk hemoglobin yang cukup dalam darah mereka sehingga tidak ada oksigen yang dapat disalurkan keseluruh tubuh, yang lama-lama akan menyebabkan asfiksia jaringan ( kekurangan 02 ,edema, gagal jantung kognestif, bahkan kematian )

-          Thalassemia intermedia kelompok ini merupakan kondisi antara mayor dan minor. Keadaan ini dapat mengakibatkan amnesia berat dan masalah lainnya seperti deformitas tulang dan pembengkakan limpa.

  1. c.       Penyebab Thalassemia

Penyakit ini adalah penyakit turunan secara gen dan resesif. Seseorang memiliki gen yang berasal dari kedua orangtuanya, bila salah satu orangtuanya memiliki gen cacat(Thalassemia) sementara orang tua yang lain sehat, anaknya akan tetap sehat dan hanya mungkin menjadi pembawa. Sementara itu, bila kedua orangtuanya memiliki gen cacat anaknya berpotensi menderita Thalassemia mayor.

 

  1. 8.      Tunadaksa
    1. a.      Pengertian

Tunadaksa adalah ketidakmampuan anggota tubuh untuk melaksanakan fungsinya disebabkan oleh berkurangnya kemampuan anggota tubuh untuk melaksanakan fungsi secara normal, sebagai akibat bawaan, luka, penyakit, atau pertumbuhan yang tidak sempurna sehingga untuk kepentingan pembelajarannya perlu layanan secara khusus.

  1. b.      Karakteristik tunadaksa

Ditinjau dari aspek psikologis, anak tunadaksa cenderung merasa apatis, malu, rendah diri, dan sensitive. Kadang-kadang pula muncul sikap egois terhadap lingkungannya.

  1. c.       Penyebab tunadaksa

Seperti juga ketunaan yang lain kondisi kelainan pada fungsi anggota tubuh tunadaksa dapat terjadi pada saat sebelum anak lahir atau prenatal, saat lahir atau neonatal dan setelah lahir atau postnatal. Insiden kelainan fungsi anggota tubuh atau tunadaksa yang terjadi sebelum bayi lahir atau ketika dalam kandungan, diantaranya dikarenakan factor grnrtik dan kerusakan pada system syaraf pusat. Adapun ketunadaksaan yang terjadi pada masa setelah anak lahir diantaranya adalah factor penyakit, factor kecelakaan, dan pertumbuhan tubuh.

 

  1. 9.      Tunagrahita
    1. a.      Pengertian

Tuna grahita adalah suatu kondisi anak yang kecerdasannya jauh dibawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasan inteligensi dan ketidak cakapan terhadap komunikasi social. Anak tuna grahita juga sering dikenal dengan anak keterbelakangan mental dikarenakan keterbatasan kecerdasannya. Akibatnya anak tuna grahita sukar untuk mengikuti pendidikan disekolah biasa.

  1. b.      Klasifikasi tunagrahita

-          Tunagrahita ringan/moron

Menurut skala binet, kelompok ini memiliki IQ antara 68-52, sedangkan menurut skala wescheler memiliki IQ antara 69-55. Penderita ini masih dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana dengan bimbingan dan didikan yang baik.

-          Tunagrahita sedang/inbesil

Kelompok ini memiliki IQ 51-36 pada skala binet dan 54-40 menurut skala weschler. Penderita ini sedang sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademik seperti menulis, membaca dan berhitung.

-          Tunagrahita berat

Kelompok ini sering disebut dengan idiot. Kelompok ini dapat dibedakan lagi antara anak tunagrahita berat dan tunagrahita sangat berat. Tunagrahita berat memiliki IQ 32-20 menurut skala binet. Dan antara 39-52 menurut skala weschler. Tunagrahita sangat berat memiliki IQ dibawah 19 menurut skala binet dan IQ dibawah 24 menurut skala wetchler. Penderita ini sangat membutuhkan perhatian dan perawatan total.

 

 

  1. 10.  Tunalaras
    1. a.      Pengertian

Tunalaras adalah ketidakmampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap lingkungan social, bertingkah laku, menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Dalam kehidupan sehari-hari, anak tunalaras sering disebut anak nakal sehingga dapat meresahkan/mengganggu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

  1. b.      Klasifikasi tunalaras

-          Penyimpangan perilaku ekstim sebagai bentuk kelainan emosi

-          Penyimpangan tingkah laku sebagai bentuk kelainan penyesuaian social

  1. c.       Penyebab tunalaras

Banyak hal yang mempengaruhi ketunalarasan seperti factor keturunan.

 

  1. 11.  Tunanetra
    1. a.      Pengertian

Tunanetra adalah ketidakmampuan seseorang dalam penglihatan atau tidak berfungsinya indra penglihatan. Tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan.

  1. b.      Penyebab dan Kondisi Ketunanetraan

Tuna netra dapat disebabkan oleh dua factor yaitu :

-          Factor internal, yaitu factor-faktor yang erat hubungannya dengan kondisi bayi selama dalam kandungan. Kemungkinan ketuna netraan anak bisa disebabkan oleh factor gen, kondisi psikis ibu, kekurangan gizi, keracunan obat, virus, dan lain sebagainya.

-          Factor eksternal, yaitu factor-faktor yang terjadi saat atau sesudah bayi lahir. Misalnya berupa kecelakaan, kekurangan vitamin, panas badan yang terlalu tinggi dan virus trachoma.

  1. c.       Dampak ketunanetraan pada perilaku

Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam pandangan orang awas, tunanetra memiliki karakteristik bersifat positif dan negative. Memiliki sikap tidak berdaya, sikap ketergantungan, memiliki tingkat kemampuan rendah dalam orientasi waktu, tidak suka berenang, menikmati suara dari televise, sering frustasi, cenderung kaku, dan cepat menarik tangan saat berjabat tangan serta mudah mengalami kebingungan ketika memasuki lingkungan yang tidak familiar.

 

  1. 12.  Tunarungu
    1. a.      Pengertian

Tunarungu adalah kekuarangan atau kehilangan kemampuan mendengar yang disebabkan oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran.

  1. b.      Masalah yang dihadapi oleh tunarunggu

-          Miskin kosa kata, perluasan pembendaharaan kata yang terbatas

-          Sulit mengartikan ungkapan bahasa yang mengandung arti kaisan / sindiran

-          Kesulitan dalam mengartikan kata-kata abstrak seperti kata Tuhan, Pandai, dan msutahil

-          Kesulitan dalam menguasai artikulasi , jeda, dan intonasi

 

  1. 13.  ADHD ( Atttention deficit hyperactivity disorder)

Dicirikan dengan tingkat gangguan perhatian yang rendah,(sulit berkonsentrasi) impulsivitas, dan hiperaktivitas yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan. Menurut DSM IV, ADHD pasti terjadi di sedikitnya dua tempat (di sekolah dan di rumah) dan terjadi sebelum usia 7 tahun (DSM IV, 1994). Anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan duduk dengan diam, memperhatikan, dan mengontrol dorongan hatinya.

 

  1. 14.  Conduct Disorder (CD )

Adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah yang disebabkan sejak kecil orangtua tidak mengajarkan perilaku benar dan salah pada anak. Ciri-cirinya, apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan temannya, menunjukkan unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain.

 

  1. 15.  Oppositional defiant disorder ( ODD )

Perilaku dalam gangguan ini menunjukkan sikap menentang, seperti berargumentasi, kasar, marah, toleransi yang rendah terhadap frustasi, dan menggunakan minuman keras, zat terlarang, atau keduanya. Namun dalam gangguan ini tidak melanggar hak-hak orang lain sampai tingkat yang terlihat dalam gangguan perilaku.

 

  1. 16.  Gangguan Eliminisi

Adalah gangguan pada perkembangan anak dan remaja dimana tidak dapat mengontrol buang air kecil ( BAK ) dan buang air besar ( BAB ) setelah mencapai usia normal untuk mampu melakukannya. Terbagi menjadi dua yaitu:

-         Enuresis

Adalah dimana anak tidak mampu mengontrol BAKnya bukan karena akibat dari kerusakan neurologis atau penyakit lainnya . kita sering menyebutnya dangan mengompol.

-           Enkopresis

Ketidakmampuan mengontrol BABnya yang bukan disebabkan masalah organik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: