DIUJUNG HARAPANKU

Diujung Harapanku

Semuanya bermula dari cerita seorang sahabat yang bernama Nikmah. Saat itu aku dan Nikmah tengah mendaftar di sebuah sekolah menengah atas yang sama. Nikmah banyak bercerita kepadaku tentang teman-temannya yang juga mendaftar di sekolah itu. Kami melalui serangkaian tes dari sekolah. Sekitar dua minggu kemudian, hasil tes diumumkan. Aku dan Nikmah berhasil lolos tes. Kemudian kami mengikuti acara praMOS yang dilakukan untuk pembagian kelompok. Di tengah lapangan dan keramaian peserta, Nikmah bertemu dengan salah seorang temannya dan memperkenalkannya kepadaku. Namanya Astra, Astra Novlantig lebih lengkapnya.

Kebetulan, aku, Nikmah dan Astra berada dalam 1 kelompok. Astra menjadi Palu (Pak Lurah ) di kelompok tersebut. Hanya saja aku tidak terlalu mengenal Astra. Setelah MOS usai, kami terbagi kedalam kelas-kelas yang berbeda. Akupun tidak lagi mengenal sosok Astra. Yang aku ketahui bahwa Astra adalah salah seorang anggota OSIS. Sehingga cukup terkenal di sekolah.

Aku mempunyai dua orang sahabat lagi, namanya Amro dan May. Saat itu Amro tengah menjalani hubungan dengan salah seorang cowok satu angkatan disekolah, namanya Eko. Amro mengajakku beserta May untuk menemaninya makan malam bersama dengan Eko. Seperti halnya dengan Amro, Ekopun mengajak dua orang temannya dan memperkenalkannya kepada kami, namanya Fuad dan Astra. Dan inilah perkenalan kedua kaliku dengan astra.

Beberapa hari setelah itu aku mulai akrab dan dekat dengan astra. Namun tidak disangka teman-teman disekolah mengetahui perihal kedekatanku dengan astra, banyak dari mereka mengira bahwa aku dan astra telah lama berpacaran. setiap hari teman-teman menggodaku dengan astra, dan hari-hariku menjadi lebih indah pada saat itu sehingga lama-lama aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta.

Ditengah simpang siur berita yang beredar di sekolah mengenai hubunganku dengan astra akhirnya kamipun menyatakan bahwa kami membenarkan berita tersebut, aku dan astra berpacaran. hari-hariku sangat menyenangkan bisa bersama dengannya. Hampir setiap pagi kami berangkat kesekolah besama, terkadang dia menjemputku dikosan atau bertemu di depan fotocopy gang sekolah. Pernah suatu ketika aku menyetrikakan baju sekolahnya, saat itu ia sedang pulang ke kampong halamannya. Karena pulang terlambat, waktu menyetrika di kosannya telah habis dan setrikapun telah dicabut dan diambil oleh bapak kosannya sementara bajunya masih kusut. Yah apa boleh buat, aku lah yang selanjutnya menyetrikakan bajunya. Ia membawakan baju sekolahnya ke kosanku, dan aku bahagia sekali. Demi memberikan yang terbaik aku menyemprotkan pewangi sangat banyak untuk satu setel pakaian sekolahnya. Hampir satu botol kisprey aku habiskan untuk itu. Saat disekolah aku berpapasan dengannya dan ternyata wangi bajunya semerbak dari kejauhan, aku jadi malu sendiri konyol pikirku dalam hati.

Aku sangat menyayanginya, tapi aku tidak pernah mengatakan kepadanya bahwa aku sayang dia. Itu semua cukup aku tunjukan dengan sikapku tidak perlu dengan kata-kata. Dulu aku sering tidak memakai jilbab apabila dia datang ke kosanku. pernah suatu ketika aku bertanya kepadanya perihal apa yang tidak ia suka dariku dan ia menjawab bahwa ia tidak suka manakala aku tidak memakai jilbab. Menurutnya, sebagai siswi MAN sebaiknya harus senantiasa menutup aurat. Terus terang aku sangat malu pada saat itu, dan sejak saat itulah aku mulai belajar untuk senantiasa memakai jilbab terutama saat bertemu dengannya. Ia senang sekali melihat perubahan.

Waktu terus berjalan dan banyak hal yang telah kami lalui. Namun lama-lama aku merasa ada yang berubah. Aku dan astra sudah semakin jarang berkomunikasi jangankan menelpon, smspun sudah tidak pernah. Smsku jarang sekali ia balas dan lama-lama akupun malas untuk menghubunginya dahulu. Saat disekolah aku sering melihatnya dan ketika berpapasan, aku dan astra hanya saling memberikan senyum seolah-olah sedang bertemu dengan orang lain. Lama-lama aku bosan dengan keadaan tersebut. Aku mulai mencari teman baru yang bisa menghiburku dan bisa sebentar melupakan masalahku dengan astra. Ditengah kerenggangan hubunganku tersebut aku mulai akrab dengan seseorang, namanya Rendi. Dia adalah teman baik Astra, teman sebangku Astra di kelas. Sebenarnya aku ingin mendapatkan informasi mengenai Astra melalui Rendi, tapi aku tidak enak untuk menanyakannya dan terkadang timbul rasa gengsi. Aku dan Rendi banyak bercerita ngalor ngidul mengenai pengalaman-pengalaman kami masing-masing. Dan Rendi sering curhat kepadaku tentang perasaannya dengan seorang cewek. Meskipun begitu tidak sekalipun aku gentian bercerita mengenai perasaanku. Aku sudah sedikit terhibur dan mencoba untuk bersabar menjalani hubunganku yang menggantung. Aku mulai menata hatiku kembali, mencoba berfikir jernih mengenai hubunganku. Aku harus mempertimbangkan dahulu sebelum mengambil keputusan.

Aku membayangkan kejadian-kejadian yang pernah kami lalui, dari awal perkenalan kami, perjalanan hubungan kami hingga hal terakhir saat-saat bersamanya. Aku teringat saat aku dan astra pulang bersama dari kampong halaman kami menuju Bandar lampung. Aku ingat terakhir kali kami berjalan bersama saat pulang sekolah, ia bertanya kepadaku “teh, kalo seandainya al nyalon ketua osis gimana?” akupun menjawab,” hmmbb.. aku sih setuju, lagian temen-temenku kayaknya banyak kox yang bakal dukung al kalo seandainya al mau nyalon. Insya’Allah… nyalon aja aku mendukungmu”.

Aku tersadar dari membayangkan kejadian-kejadian yang sudah berlalu itu, aku tak pernah mengira bahwa semuanya akan berujung seperti ini. aku sudah mempertimbangkan keputusanku. Akhirnya akupun putus darinya. Aku berharap semoga keputusanku ini memanglah yang terbaik tanpa adanya penyesalan. Aku berdo’a semoga apa yang ia inginkan tercapai.

Keesokan harinya dikantin sekolah tiba-tiba saja langkahku terhenti karena tepat didepanku berdiri sosok astra. Ia memandangku dan menegurku. Aku yang saat itu kaget dengan kehadirannya langsung berbalik arah tanpa sedikitpun memandangnya. Aku hanya mampu melambaikan tanganku untuknya yang ada dibelakangku sembari berjalan cepat. Aku tak kuasa untuk bertemu dengannya. Aku berusaha menghindar setiap kali akan berpapasan dengannya. Itu karena aku takut menjadi salah tingkah apabila bertemu dengannya.

 

Seminggu kemudian astra mencalonkan diri sebagai ketua osis dan berorasi di depan seluruh siswa-siswi. Aku tidak hafal tentang isi orasinya, tapi aku simpulkan inti dari orasinya yaitu senantiasa belajar dan belajar.

Singkat cerita, akhirnya astra terpilih menjadi ketua OSIS,  Rendi menjadi ketua science club, dan aku menjadi ketua Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Bukan rekayasa, mungkin  memang begitulah takdir kami.

***

Menyesal, itulah yang tengah aku rasakan beberapa bulan setelah putus darinya. Sesungguhnya aku masih sangat mencintainya. Ini adalah sebuah pengakuanku akan perasaanku. Aku sempat menangis saat aku tidak mempunyai harapan lagi untuk mengungkapkan bahwa aku masih menyayanginya. Setiap sore aku berdiri didepan kamar kosku dengan harapan bisa melihat astra andaikan lewat depan kosku. Aku bahagia ketika melihat sosoknya, tapi aku berusaha menghindar karena aku tak kuasa menanahan rasa grogi ketika melihatnya. Namun ternyata sekitar setahun kemudian harapanku pupus setelah aku mengetahui bahwa dirinya telah mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku. Dan sejak saat itu aku berjanji bahwa aku tidak akan berpacaran dengan siapapun sampai aku lulus MAN nanti, dengan harapan aku bisa kembali dengannya meskipun kenyataannya sampai kini berbeda.

Dan aku berhasil menepati janjiku. Sampai saat ini, aku telah duduk di bangku kuliah dan sampai saat ini aku tidak pernah kembali dengannya dan belum pula mempunyai pengganti dirinya. Dia menghilang tidak ada kabar, Kini aku sudah tidak lagi menantikan dirinya, karena semuanya telah diujung harapan.

 

***THE END***

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s