lingkungan pranatal

  1. lA.    RANGKAIAN PERKEMBANGAN PRANATAL

Perkembangan pra kelahiran biasanya dimulai dengan pembuahan dan di akhiri dengan kelahiran, berlangsung selama 266 hingga 280 hari ( 38 hingga 40 minggu). Rangkaian ini dapat di bagi dalam tiga periode : germinal, embrionik, dan fetal.

  1. 1.      Periode Germinal/Periode Zigot

Periode germinal adalah periode perkembangan prakelahiran yang berlangsung selama dua minggu pertama setelah pembuahan. Periode ini meliputi pembentukan telur yang sudah dibuahi (zigot), pembelahan sel dan pelekatan zigot ke dinding rahim.

Pembelahan sel pada zigot berlangsung cepat, prosesnya disebut mitosis yang terjadi kurang lebih satu minggu setelah pembuahan yang kemudian sel-sel ini mulai melakukan diferensiasi, yaitu spesialisasi untuk berbagai macam tugas.  Pembelahan pada sel  tersebut menghasilkan  dua kelompok sel yaitu blastokis dan trofoblas. Blastokis merupakan sel-sel bagian dalam yang akan berkembang menjadi embrio. Sedangkan trafoblas merupakan sel-sel bagian luar yang nantinya akan menyediakan gizi dan dukungan untuk embrio. Sekitar pada hari ke-11 sampai ke-15 setelah pembuahan,  terjadi proses implantasi, yaitu melekatnya zigot ke dinding rahim.

  1. 2.      Periode Embrionik

Periode embrionik adalah periode perkembangan pra kelahiran yang terjadi dari dua hingga delapan minggu setelah terjadi pembuahan. Selama periode embrionik kecepatan diferensiasi sel meningkat, sistem pendukung bagi sel terbentuk, dan organ-organ mulai tampak.

Periode ini dimulai ketika blastokis melekatkan diri pada dinding rahim dan berkembang menjadi embrio. Selain itu terbentuk pula tiga lapisan sel yaitu endoderm, ectoderm, dan mesoderm.

  • Endoderm adalah lapisan dalam sel yang akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernapasan.
  • Ectoderm adalah lapisan paling luar yang akan menjadi sistem saraf, reseptor sensoris (contohnya telinga, hidung, dan mata) dan kulit (contohnya rambut dan kuku).
  • Mesoderm adalah lapisan tengah yang akan menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan kotoran, dan sistem reproduktif.

Ketika ketiga lapisan embrio terbentuk, sistem pendukung kehidupan bagi embrio berkembang secara cepat, sistem pendukung tersebut yaitu amnion, tali pusar, dan placenta (ari-ari).

  • Amnion adalah semacam keranjang atau amplop yang berisi cairan bening yang didalamnya terdapat embrio yang sedang berkembang dan terapung.
  • Tali pusar terdiri dari dua arteri dan satu urat darah halus, yang juga menghubungkan bayi dengan ari-ari.
  • Placenta (ari-ari) terbentuk dari sekelompok jaringan yang berbentuk seperti piringan, tempat pebuluh-pembuluh darah kecil dari ibu dan bayinya saling menjalin namun tidak bergabung.

Pada saat kebanyakan perempuan menyadari kehamilannya, organ-organ utama telah terbentuk. Organogenesis adalah proses pembentukan organ yang berlangsung selama dua bulan pertama dari perkembangan prenatal.

  1. Di hari ke-21, mata mulai terbentuk, dan di hari ke-24 sel-sel dari jantung mulai melakukan diferensiasi.
  2. Di minggu ke-3 setelah pembuahan, terjadi pembentukan saluran neural yang kemudian menjadi urat saraf tulang belakang.
  3.  Selama minggu ke-4, sistem urogenital mulai terbentuk, sementara tangan dan kaki mulai tumbuh. Keempat bilik jantung mulai terbentuk, dan pembuluh-pembuluh darah mulai tampak.
  4. Pada minggu ke-5 hingga ke-8, lengan dan kaki mengalami diferensiasi lebih lanjut, di saat ini wajah mulai terbentuk namun masih belum terlihat dengan jelas. Alat pencernaan makanan berkembang dan struktur wajah menjadi teratur.
  5. Di minggu ke-8, organisme yang berkembang ini memiliki berat sekitar 1/30 ons dan hanya memiliki panjang 1 inci lebih.

 

  1. 3.      Periode Fetal/Periode Janin

Periode fetal adalah periode perkembangan prakelahiran yang dimulai pada dua bulan setelah pembuahan dan umumnya berlangsung selama tujuh bulan. Seama periode ini, pertumbuhan dan perkembangan melanjutkan rangkaian dramatisnya.

  1. Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin mencapai 3 inci dan beratnya mencapai 3 ons. Janin semakin aktif, menggerakkan tangan dan kakinya, membuka dan menutup mulutnya, serta menggerakkan kepalanya. Wajah, dahu, kelopak mata, hidung dan dagu sudah jelas. Demikian pula lengan bagian atas, lengan bagian bawah, tangan, serta tungkai dan lengan bagian bawah. Pada kebanyakan kasus, kemaluan dapat diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan.
  2. Pada akhir bulan keempat, janin telah bertumbuh sehingga panjangnya mencapai 6 inci dan beratnya mencapai 4 hingga 7 ons. Pada saat ini terjadi percepatan pertumbuhan dibagian bawah tubuh. Untuk pertama kalinya, ibu dapat merasakan gerakan-gerakan tangan dan kaki janinnya.
  3. Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira- kira mencapai 12 inci dan beratnya dapat mencapai 1 pon. Struktur kulit sudah terbentuk,misalnya  kuku jari kaki dan kuku jari tangan. Janin menjadi semakin aktif, memperlihatkan kecenderungan untuk berada di posisi tertentu dalam kandungan.
  4. Pada akhir bulan keenam, panjang janin kira-kira mencapai 14 inci dan beratnya naik setengah hingga satu pon lagi. Mata dan kelopak mata sudah terbentuk dan terdapat lapisan rambut halus menutupi kepalanya. Reflex menggenggam muncul dan muncul gerak pernapasan yang belum beraturan.
  5. Pada akhir bulan ketujuh, panjang janin kurang lebih 16 inci dan beratnya sekitar 3 pon. Bayi yang lahir pad bulan ketujuh biasanya membutuhkan bantuan alat pernapasan.
  6. Dalam dua bulan terakhir masa prenatal, lapisan atau jaringan lemak berkembang, dan fungsi berbagai sistem organ-seperti jantung dan ginjal mulai berfungsi. Selama bulan kedelapan dan kesembilan ukuran janin mulai bertambah besar dan beratnya bertambah sekitar 4 pon.

 

 

  1. B.     KARAKTERISTIK PERIODE PRENATAL

meskipun pada kenyataan bahwa priode perkembangan pertama dalam rentang kehidupan ini merupakan periode yang paling singkat dari seluruh periode perkembangan, namun periode prenatal ini memiliki enam ciri penting, sebagai berikut :

  1. Pada saat ini sifat-sifat bauran yang berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya, diturunkan sekali untuk selamanya.
  2. Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangannya bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang. Ada saatnya dalam rentang kehidupan sifat bawaan sangat dipengaruhi kondisi-kondisi lingkungan seperti halnya selama periode prenatal.
  3. Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondisi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya, sama halnya dengan sifat bawaan.
  4. Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode prenatal dibandingkan pada periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu.
  5. Periode prenatal merupakan masa yang  banyak mengandung bahaya, baik fisik maupun psikologis.
  6. Periode prenatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap pada diri individu yang baru diciptakan.

 

 

 

 

 

 

  1. C.    BAHAYA FISIK YANG UMUM SELAMA PERIODE PRENATAL
  2. 1.      Periode Zigot
    1. Kelaparan

Zigot akan mati karena kelaparan apabila sedikit sekali kuning telur yuang dapat mempertahankan kehidupannya sampai zigot itu dapat menyangkutkan diri pada dinding uterine atau bila zigot terlalu lama tinggal di dalam tuba.

  1. Kurangnya persiapan uterine

Implantasi tidak dapat terjadi bila pada waktunya dinding uterine belum siap menerima zigot karena adanya ketidak seimbangn kelenjar.

  1. Implantasi di tempat yang salah

Apabila zigot menjadi terikat pada jaringan fibroid yang kecil di dalam dinding uterine atau pada dinding tuba fallopi, zigot tidak mendapat makanan dan mati.

  1. 2.      Periode embrio
    1. Keguguran

Jatuh, kejutan emosi, kekurangan gizi, gangguan-gangguan kelenjar, kekurangan vitamin dan penyakit berbahaya seperti veneomonia dan diabetes, dapat menyebvabkan embrio keluar dari tempatnya didalam dinding uterine yang mengakibatkan keguguran. Keguguran disebabkan karena kondisi yang kurang baik pada masa prenatal. Cenderung terjadi antara minggu ke sepuluh dan kesebelas setelah pembuahan.

  1. Ketidakteraturan perkembangan

Malnutrisi ibu, kekurangan vitamin dan kelenjar, penggunaan obat-obatan, alcohol, dan tembakau yang berlebihan dan penyakit seperti diabetes dan cacar jerman, mengganggu perkembangan yang normal khususnya otak embrio.

  1. 3.      Periode janin
    1. Keguguran

Keguguran selalu mungkin tejadi smpai kehamilan bulan kelima, waktu yang paling peka adalah periode datangnya haid secara normal.

  1. Premature

Janin yang beratnya kurang dari 2 pon 3 ons mempunyai kesempatan hidup yang lebih kecil daripada janin-janin yang lebih berat dan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami perkembangan salah bentuk.

  1. Komplikasi padea saat melahirkan

Tekanan yang dialami ibu mempengaruhi kontraksi uterinenya dan cenderung mengakibatkan komplikasi dalam melahirkan.

  1.    Ketidakteraturan perkembangan

Setiap kondisi yang tidak baik selama periode embrio juga mempengaruhi operkembangan anggota-0anggota tubuh janin danj memperlambat pola perkembangan janin.

 

  1. D.    ARTI PENTING PERIODE PRENATAL BAGI PERKEMBANGAN

Ada 4 kondisi penting yang memberi pengaruh besar terhadap perkembangn individu baru dimassa yang akan datang yaitu:

  1. 1.      Penentuan Sifat Bawaan

Waktu pembuahan dipandang sangat penting karena pada saat inilah ditentukan sifat bawaan dari individu yang baru terbentuk. Hal ini adalah karena dalam masing-masing sel kelamin baik sel pria maupun sel wanita terdapat 23 pasang kromosom, dan setiap kromosom mengandung ribuan partikel yang dinamakan gen. selanjutnya gen inilah yang dipandang sebagai penentu keturunan.

Orang tua memberikan separuh dari kromosom mereka kepada setiap anak-anaknya dimana mereka mendapat kombinasi yang berbeda beda. Ini berarti bahwa tubuh manusia merupakan hasil eksperiman yang paling unik, yang tidak dapat diulangi atau dicoba pada orang lain kecuali mereka yang kembar dua atau tiga.

Secara umum manusia yang satu dengan manusia lainnya mempunyai variasi yang sangat berbeda-beda didalam genetik. Anggota keluarga bisa mirip namun orang yang tidak mempunyai hubungan darah akan memperlihatkan cirri yang berbeda. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal, yaitu:

  • Factor keturunan membatasi sejauh mana individu dapat berkembang
  • Bahawa sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan.

                                          

  1. 2.   Penentuan Jenis Kelamin

Jenis kelamin ini bergantungg pada jenis spermatozoa yang menyatu dengan ovum. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa sel benih mengandung 23 pasang kromosom. Salah satu darri 23 pasang kromosom ini terdapat krommosom jenis kelamin.

Ketika sel-sel sperma pria dan sel-sel telur wanita telah bersatu maka tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk mengubah jenis kelamin individu baru yang telah dibentuk. Ada tiga alasan mengapa jenis kelamin individu penting bagi perkembangan selama hidupnya yaitu:

  • Setiap tahun anak-anak mengalami peningkatan takanan-tekanan budaya dari para orang tua, guru, kelompok sebaya mereka, dan masyarakat yang mempengaruhi perkembangn pola-pola sikap dan perilaku yang dipandang sesuia bagi kelompok jenis kelamin mereka.
  • Pengalaman belajar ditentukan oleh jenis kelamin individu.
  • Sikap orang tua dan anggota keluarga penting lainnya terhadap individu sehubungan dengan jenis kelamin mereka.

 

  1. 3.      Penentuan Jumlah Anak

Peristiwa penting ketiga yang terjadi saat pembuahan adalah penentuan jumlah anak, apakah kelahiran berbentuk tunggal atau kembar meski umumnya dalam peristiwa kelahiran hanya satu anak yang dilahirkan namun sering juga terjadi kelahiran kembar, baik kembar dua, tiga, empat, maupun kembar lima. Kelahiran anaka kembar ini terjadi apabila ovum yang telah dibuahi oleh satu spermatozoa membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel. Jika ini terjadi akan menghasilkan kembar identik. Tetapi apabila dua ovum atau lebih dibuahi secara bersamaan oleh spermatozoa yang berlainan akan menghasilkan kembar non-identik.

Dilihat dari perspektif perkembangan, kelahiran anak kembar dan tunggal ini memiliki perbedaan yang signifikan serta mempunyai pengaruh terhadap pola perkembangan sebelum dan sesudah lahir. Dalam lingkungan sebelum lahir, bagi anak tunggal uterus ibu sepenuhnya dimilikinya, sehingga ia dapat bebas begerak dan berkembang. Sedangkan bagi anak kembar, ia terpaksa berdesakan di ruang alamiah itu. Akibatnya, salah satu diantaranya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dari pada yang lain. Lebih jauh, anak kelahiran kembar sering lahir prematur karena rahim tidak mampu lagi merenggang seiring dengan bertambah besarnya janin. Meski ini tidak selalu benar, tetapi cacat fisik atau psikologis lebih sering terjadi pada anak kembar dari pada anak tunggal. kemudian dalam lingkungan pasca lahir, bayi kelahiran tunggal sudah tentu akan menerima perhatian penuh dari kedua orang tuanya. Sebaliknya bayi kelahiran kembar harus berbagi waktu dan perhatian orang tua.

  1. 4.      Penentuan Urutan Anak

Posisi anak dalam urutan persaudaraan mempunyai pengaruh mendasar terhadap pengaruh selanjutnya. Hal ini dikarenakan umumnya orang tua memilki sikap, perlakuan dan memberikan peran yang spesifik terhadap anak tunggal, anak menengah, anak tertua, atau anak bungsu. Sikap perlakuan dan peran yang diberikan orang tua sesuai dengan tempat dan urutannya dalam keluarga ini mempunyai pengaruh terhadap kepribadian dan pembentukan sifat anak, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain, serta menjadi salah satu factor yang mempengaruhinya dalam mengembangkan pola perilaku tertentu.

 

  1. E.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PRENATAL

 

Para ahli psikologi perkembangan yang membahas mengenai perkembangan manusia selalu mengkaitkan istilah nature dan nurture. Dimana setiap perkembangan manusia dipengaruhi oleh interaksi dari kedua hal tersebut.

Konsep nature muncul dipengaruhi oleh aliran filsafat barat yang dikemukakan oleh Jean Jacquess Rousseau (dalam Stumpf, 1999). Ia menyatakan bahwa faktor-faktor alamiah mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Istilah nature mengandung pengertian faktor-faktor alamiah yang berhubungan dengan aspek bio-fisiologis terutama keturunan, genetis dan herediter. Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sifat-sifat, maupun kepribadian yang dimiliki oleh orang tua yang diturunkan melalui unsur gen kepada anak-anaknya. Bukan hanya yang bersifat fisiologis seperti berat badan, tinggi badan, warna kulit, rambut, jenis penyakit, akan tetapi juga karakteritik psikologis yang menyangkut tipe, kepribadian, kecerdasan, bakat, kreativitas, dan lain-lain.

Sedangkan konsep nurture dipengaruhi oleh aliran filsafat empirisme yang dikemukakan oleh Jhon Locke. Melalui teori tabula rasa, Locke mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan suci, bagaikan kertas putih yang masih bersih, ia percaya bahwa baik dan buruknya perkembangan hidup manusia tidak dilepaskan dari pengaruh lingkungannya.

Konsep nurture merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan eksternal, seperti: pola asuh, pendidikan, sosial budaya, media masa, status sosial ekonomi, agama, dan sebagainya. Seorang individu akan berkembang menjadi orang dewasa yang baik, mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab, apabila ia berada dalam lingkungan hidup yang mendukung perkembangan tersebut. Lingkungan hidup yang buruk akan menyebabkan individu berkembang menjadi seorang pribadi yang tidak baik, bodoh, jahat, dan sebagainya.

  1. 1.      Genetis

Pertumbuhan setiap individu sudah terprogam sejak masa konsepsi yang dipengaruhi oleh faktor genetis. Perubahan panjang, tinggi, berat badan bayi akan terjadi secara otomatis karena pengaruh genetika (keturunan). Faktor keturunan lebih menekankan pada aspek biologis atau herediter yang dibawa melalui aliran darah dalam kromosom. Kalau sejak awal orang tua memiliki karakteristik fisiologis yang sehat, maka akan menurunkan generasi yang sehat pula. Sebaiknya bila orang tua tidak sehat, maka keturunanya pun akan mengalami gangguan atau penyimpangan secara fisik atau psikis. Para ahli Psikologi perkembangan (Papalia dkk, 1998; Santrock, 1999; Helms & Turner, 1995; Haris & Liebert, 1991) mengakui bahwa aspek fisik maupun psikis seorang individu sangat dipengaruhi oleh unsur genetis. Karakteristik tersebut akan nampak pada hal-hal sebagai berikut :

  1. a.      Sifat- sifat Fisik

Sifat-sifat fisik yang dapat diturankan secara genetis misalnya wajah, tangan, kaki atau bagian-bagian organ tubuh lainnya. Hal ini dapat terjadi pada anak tunggal maupun kembar. Bila orang tua memiliki suatu jenis penyakit tertentu seperti: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, epilepsi, atau paru-paru, kemungkinan besar anak-anak yang dilahirkan pun mempunyai resiko terserang penyakit yang sama.

 

  1. b.      Intelegensi

Kecerdasan yang dimilki orang tua akan dapat menurun pada anak-anaknya. Meskipun anak-anak tersebut diasuh oleh orang tuanya sendiri maupun oleh orang lain, sifat kecerdasan orang tua akan tetap menurun. Pandangan ini dipengaruhi oleh pemikiran filsuf naturalis dari Perancis, J.J. Rousseau yang mengatakan bahwa anak cerdas dihasilkan dari orang tua yang cerdas.

  1. c.         Kepribadian

Kepribadian merupakan organisasi dinamis dari aspek fisiologis, kognitif maupun afektif yang membantu pola prilaku individu dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya (Hall, Lindsay & Campbell, 1998). Sebagai organisasi yang dinamis, maka kepribadian akan mempengaruhi perubahan pola pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang.

Selain dipengaruhi oleh faktor interaksi dengan lingkingan hidupnya, kepribadian dipengaruhi pula oleh faktor genetis yang dibawa sejak lahir. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi perkembangan ditemukan bahwa baik kepribadian yang normal ataupun abnormal, pada dasarnya, diturunkan dari kedua orang tuanya.

 

Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal. Haruslah diingat bahwa beberapa anak bertubuh kecil karena konstitusi genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin atau gizi. Peranan genetik pada sifat perkembangan mental masih merupakan hal yang diperdebatkan. Memang hereditas tidak dapat disangsikan lagi mempunyai peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap organisme tersebut tidak dapat diabaikan. Pada saat sekarang para ahli psikologi anak berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan.

Sifat-sifat emosional seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas, yaitu:

  • Jenis kelamin pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar, kecepatan tumbuh, proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Wanita menjadi dewasa lebih dini, yaitu mulai adolesensi pada umur 10 tahun, pria mulai pada umur 12 tahun.
  • Ras atau bangsa. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai tendensi lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Italia.
  • Keluarga tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek anggota keluarga lainnya tinggi.
  • Umur kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus, masa bayi dan masa adolesensi.

 

  1. 2.      Lingkungan

 

Lingkungan memiliki peran yang besar bagi perubahan yang positif atau negatif pada individu. Lingkungan yang baik tentu akan membawa pengaruh positif bagi individu, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan cenderung memperburuk perkembangan individu.

Seorang psikolog ekologis, Urie Brofenbrenner (dalam Papalia, Olds & Feldman, 2004) menyatakan bahwa lingkungan tersebut bersifat stratifikasi yakni berlapis-lapis dari yang terdekat sampai yang terjauh. Pengaruh lingkungan menjadi lebih kuat pada periode sensitif. Masing-masing pertumbuhan system organ atau anggota tubuh memiliki periode sensitif yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.

Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat menyebabkan keguguran, namun juga ketidaksempurnaan dari bayi yang dikandung. Penelitian ilmiah menunjukan bahwa faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan juga proses kelahiran. Agen eksternal yang dapat mempengaruhi ini disebut dengan teratogen. Teratogen adalah segala virus, obat-obatan, zat kimia, radiasi, atau agenlingkungan lain yang dapat membahayakan perkembangan embrio atau janin hingga menyebabkan kerusakan fisik, kebutaan, kerusakan otak, dan bahkan kematian. Selain teratogen, kondisi emosional ibu, asupan gizi dan usia ibu juga dapat mempengaruhi kehamilan.

Karena itu, para ahli psikologis maupun medis berusaha keras untuk mengatasi dan membantu perawatan pada wanita hamil. Hal ini pun tak lepas dari peran dan tanggung jawab dari calon ayah dan calon ibu untuk bekerja sama menjaga kualitas pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat secara fisiologis maupun psikologis.

  1. 3.       Interaksionisme antara Genetis dan Lingkungan

 Perpaduan antara faktor genetis dan faktor lingkungan menyatakan bahwa perkembangan seseorang tidak akan maksimal kalau hanya mengadalkan salah satu faktor saja. Karena itu, keduanya harus digabungkan untuk mengupayakan maksimalisasi perkembangan seseorang. Faktor genetis harus ditopang dengan faktor lingkungan dan faktor lingkungan harus memperoleh dukungan faktor genetis, sehingga memungkinkan perkembangan yang baik dan normal baik fisiologi maupun
psikologis.

 

  1. F.     EFEK LAHIR KEMBAR TERHADAP PERKEMBANGAN
    1. 1.         Kelambatan Perkembangan

Anak kembar cenderung mengalami kelambatan perkembangan fisik, mental, motorik, dan berbicara dibandingkan anak-anak tunggal pada usia yang sama. Kelambatan ini mungkin disebabkan karena kerusakan otak atau kelainan sebelum waktunya, tetapi lebih banyak karena terlalu dilindungi orang tuanya.

  1. 2.         Perkembangan fisik

Anak-anak kembar cenderung lebih kecil daripada anak tunggal. Umumnya hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka belum cukup matang. Mereka juga lebih sering menderita kerusakan otak dan cacat fisik lainnya dibandingkan dengan anak tunggal.

  1. 3.      Perkembangan Mental

Persamaan mental antara kembar identik lebih banyak dibandingkan kembar non-identik, dn keadaan ini terus berulang sampai usia tua. Kembar identik juga memperlihatkan persamaan-persamaan yang kuat dalam hal kemampuan-kemampuan khusus, seperti bakat-bakat music dan artistic.

  1. 4.      Perkembangan Sosial

Anak kembar cenderung bersaing untuk memperoleh perhatian orang dewasa, cenderung saling meniru perilaku, dan bicara dengan cenderung saling bergantung satu dengan lainnya dalam pergaulan dalam masa prasekolah. Dengan bertambahnya usia mereka, maka berkembanglah persaingan antara mereka. Salah satu diantaranya biasanya berperan sebagai pemimpin dan memaksa yang lainnya sebagai pengikut. Hal ini mempengaruhi mereka dengan anggota keluarga yang lain dan dengan orang-orang diluar keluarga.

  1. 5.      Perkembangan Kepribadian

Banyak anak kembar yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan identitas pribadi. Hal ini terutama terjadi pada kembar identik dan kembar non-identik dengan jenis kelamin sama. Anak kembar yang lain menikmati hubungan kekembaran yang erat dan mereka senang atas perhatian yang mereka peroleh sebagai akibat dari penampilan mereka yang sama. Keadaan ini menimbulkan rasa puas diri dan percaya diri.

  1. 6.      Perilaku Yang Mengundang Masalah

Perilaku yang mengundang masalah dilaporkan lebih banyak terdapat diantara anak kembar daripada di antara anak tunggal dengan usia yang sama. Diduga bahwa hal ini disebabkan oleh perlakuan terhadap anak kembar, baik dirumah maupun diluar rumah. Perilaku yang mengundang masalah juga dilaporkan lebih sering terdapat pada kembar non-identik daripada kembar identik. Dianggap bahwa hal ini disebabkan karena adanya persaingan yang lebih besar diantara kembar non-identik daripada antara kembar identik.

 

  1. G.    TERATOGEN DAN RESIKO DALAM PERKEMBANGAN PRAKELAHIRAN

Teratogen adalah unsure yang berpotensi mengakibatkan kelainan kelahiran atau secara negatif menyebabkan perubahan kognitif dan perilaku. Terdapat begitu banyak teratogens, sehingga praktis setiap janin dihadapkan pada minimum beberapa teratogen. Karena itulah, kita sulit menentukan teratogen mana yang menyebabkan masalah pada janin. Selain itu, efek dari suatu teratogen baru terlihat setelah lama. hanya sekitar setengah dari semua efek potensial yang muncul setelah lahir.

Paparan teratogen mungkin tidak menyebabkan cacat lahir fisik tetapi dapat mengganggu perkembangan otak dan memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku. Untuk memperoleh gambaran mengenai teratogen-teratogen utama beserta dampak-dampaknya, marilah kita memulai dengan membahas obat-obatan, diantaranya yaitu :

  1. 1.      Obat-Obatan Resep Dan Tanpa Resep

Obat-obatan dengan resep yang dapat berfungsi sebagai teratogen mencakup antibiotic, beberapa jenis anti depresan, dan accuatane(yang seringkali untuk mengobati jerawat).

Obat-obatan non resep yang berpotensi membahayakan mencakup pil diet dan aspirin dalam dosis tinggi. Namun, study terkini menyimpulkan bahwa aspirin dalam dosis rendah tidak membahayakan janin, sementara dosis tinggi dapat berkontribusi menyebabkan pendarahan maternal dan janin.

 

  1. 2.      Obat-Obatan Psikoaktif

Obat-obatan psikoaktif adalah obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf untuk mengubah kondisi kesadaran, memodifikasi persepsi dan mengubah suasana hati. Diantaranya yaitu :

  1. Kafein

Orang sering kali mengkonsumsi kafein melalui kopi, teh, minuman ringan ataupun cokelat. Study baru-baru ini mengungkapkan bahwa perempuan hamil yang mengonsumsi 200 miligram atau lebih kafein perhari memiliki resiko lebih besar untuk mengalami keguguran.

  1. Alcohol

Konsumsi minuman keras dalam jumlah besar oleh ibu hamil dapat menyebabkan dampak yang fatal pada keturunannya. Fetal alcohol spectrum disorder (FASD) adalah sekelompok abnormalitas yang dialami oleh keturunan dari ibu-ibu yang banyak mengonsumsi alcohol dimasa kehamilan. Abnormalitas ini mencakup kelainan bentuk wajah serta cacat tungkai, wajah, dan jantung. Kebanyakan anak-anak ini memiliki inteligensi dibawah rata-rata dan beberapa diantara mereka mengalami keterbelakangan mental.

  1. Nikotin

Kelahiran premature dan rendahnya berat badan ketika lahir, kematian janin dan bayi baru lahir, masalah-masalah pernapasan, dan syndrome kematian bayi mendadak, serta permasalahan kardiovaskuler banyak dijumpai diantara keturunan para ibu yang merokok ketika hamil. Ulasan riset baru-baru ini juga menyimpulkan bahwa asap rokok dilingkungan ibu hamil berkaitan dengan peningkatan resiko rendahnya bobot bayi lahir.

  1. Kokain

Fakta penelitian mengindikasikan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengonsumsi kokain cenderung mengalami hambatan neurologis, medis, dan kognitif. Tidak pernah ada saran untuk ibu yang sedang hamil untuk mengonsumsi kokain.

  1. Marijuana

Studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa paparan marijuana dimasa prakelahiran berkaitan dengan berkurangnya inteligensi pada anak-anak.

  1. Heroin

Bayi-bayi yang ibunya mengalami ketergantungan heroin akan mengalami sejumlah kesulitan. Kesulitan tersebut mencakup gejala-gejala ketagihn seperti gemetar, gelisah, tangisan abnormal, gangguan tidur dan gangguan kendali motorik. Penanganan yang paling banyak dilakukan untuk ketergantungan heroin, yaitu metadon, terkait dengan gejala-gejala ketagihan yang parah pada bayi yang baru lahir.

  1. 3.      Ketidakcocokan Jenis Darah

Ketidakcocokan jenis darah ibu dan jenis darah ayah juga dapat menimbulkan resiko untuk perkembangan prakelahiran. Jenis darah ditentukan berdasarkan perbedaan struktur permukaan sel-sel darah merah. Jenis pertama dari perbedaan dipermukaan sel-sel merah menghasilkan kelompok-kelompok darah yang umum seperti A,B,O,dan AB. Jenis kedua dari perbedaan ini menghasilkan darah Rh-positif dan darah Rh-negatif. Apabila seorang perempuan hamil memiliki Rh-negatif dan partnernya memiliki Rh-positif, janin mereka mungkin memiliki Rh-positif. Apabila janin mereka memiliki Rh-positif dan darah ibu memiliki darah Rh-negatif, sistem kekebalan ibu dapat menghasilkan antibody yang dapat menyerang janin. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya sejumlah masalah, meliputi keguguran atau kematian saat lahir anemia, penyakit kuning, cacat jantung, kerusakan otak, atau kematian tidak lama setelah bayi lahir.

  1. 4.      Bahaya Lingkungan

Beberapa bahaya yang mungkin dialami bayi adalah radiasi, sampah beracun, dan polutan kimiawi lainnya. Radiasi sinar x juga dapat memengaruhi embrio atau janin yang sedang berkembang, terutama diminggu-minggu pertama setelah pembuahan.  Polutan lingkungan dan limbah-limbah beracun juga merupakan sumber bahaya bagi janin. Polutan berbahaya tersebut diantaranya adalah karbon monoksida, merkuri, timbal, pupuk kimia, dan pestisida tertentu.

  1. 5.      Penyakit pada ibu

Penyakit dan infeksi pada ibu dapat mengakibatkan cacat pada keturunan karena penyakit atau infeksi itu menembus batas ari-ari. Penyakit atau infeksi tersebut diantaranya yaitu :

  • Sifilis, lebih berbahaya pada tingkat lanjut dari perkembangan prakelahiran-sekitar empat bulan atau lebih sesudah pembuahan. Lebih dari sekedar memengaruhi organogenesis, sifilis dapat membahayakan organ yang telah terbentuk. Kerusakan yang ditimbulkan antara lain adalah luka di mata, yang dapat menyebabkan kebutaan atau luka dikulit.
  • Herpes genital, bayi yang baru lahir dapat terkena virus ini apabila dilahirkan melalui saluran kelahiran ibu yang sudah terserang herpes genital. Sekitar sepertiga bayi yang dilahirkan melalui saluran kelahiran yang telah terinfeksi akan meninggal, seperempat lainnya akan mengalami kerusakan otak,
  • AIDS, seorang ibu dapat menginfeksi keturunannya dengan virus HIV melalui tiga cara : (1) selama kehamilan melalui plasenta, (2) terinfeksi namun bersifat asimtomatik ( tidak memperlihatkan sintom-sintom AIDS), (3) pascakelahiran melalui pemberian ASI.
  • Diabetes, sebuah ulasan riset menyimpulkan riset bahwa bayi baru tang lahir menderita cacat fisik semakin cenderung untuk dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes. Wanita yang menderita diabetes gestasional juga cenderung melahirkan bayi yang sangat besar (berbobot 10 pon lebih), dan sang bayi lebih cenderung ikut menderita diabetes.
  1. 6.      Factor-faktor lain yang terkait orang tua
  • Gizi ibu dimasa kehamilan

Kekurangan gizi selama kehamilan dapat merusak perkembangan otak janin, menyebabkan kesulitan belajar disekolah, terutama ketidakmampuan membaca. Kerusakan pada otak janin, apapun penyebabnya akan mempengaruhi perilaku individu yang semakin lama semakin tampak jelas dengan besarnya anak dan bila dibandingkan dengan anak-anak yang sebaya.

  • Usia ibu

Kemungkinan terjadinya down syndrome meningkat denagn bertambahnya usia wanita. Wanita yang lebih tua cenderung mempunyai bayi yang lebih kecil dan lebih banyak mengalami komplikasi pada waktu melahirkan daripada wanita yang lebih muda.

  • Kondisi dan ketegangan emosional

tekanan emosi pada ibu saat hamil sering menyebabkan bayi yang hiperaktif, mudah marah, menggeliat-geliat, dan menangis saat lahir.

 

 

  1. H.    UPAYA-UPAYA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN PADA MASA PRENATAL

Setelah diketahui, bahwa masa prenatal adalah masa yang penting bagi perkembangan anak sesudah lahir, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan masa prenatal, maka ayah dan ibu harus melakukan usaha-usaha pada masa prenatal, dengan tujuan agar anak yang akan dilahirkan diharapkan menjadi anak yang baik secara fisik ataupun kejiwaan. Upaya-upaya tersebut, secara ringkas diantaranya sebagai berikut:

  1. Menjaga Kesehatan Ibu Selama Hamil dan janin
  2. Hendaknya ibu mengkonsumsi makanan-makanan yang memberikan pengaruh bagi perkembangan janin baik secara fisik, intelegensi, kepribadian dan kejiwaan
  3. Tidak terlalu sering mengkonsumsi bahan-bahan kimia
  4. Hindari stess dan ketegangan emosional
  5. Lakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Periode perkembangan yang pertama dalam jangka kehidupan manusia dinamakan masa prenatal. Dimulai pada waktu konsepsi yaitu pembuahan dari ovum oleh sel-sel sperma, Dan berakhir pada waktu kelahiran. Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Periode prenatal ini merupakan periode perkembangan manusia yang paling singkat tetapi justru pada periode inilah di pandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu. Perkembangan pada masa prenatal ini dibagi pada tiga tahapan yaitu tahap germinal, tahap embrionik, dan tahap fetal. Masa prenatal merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan awal dalam kehidupan manusia. Proses pertumbuhan dan perkembangannya dimulai sejak terjadinya konsepsi, yakni pertemuan antara sperma dan sel telur (ovum) yang akan menghasilkan benih manusia (zygote) yang kemudian berkembang menjadi organism atau janin (embrio) sebagai calon manusia yang dikenal sebagai fetus (bayi dalam kandungan). Pada umumnya, masa prenatal berlangsung sekitar sembilan bulan atau 266 hari dan berakhir pada saat bayi dilahirkan. Variasi individual memang sering terjadi, ada yang lahir lebih awal (premature) dari waktu tersebut dan ada pula yang lebih lambat (late mature), tergantung pada kondisinya masing-masing.

Masa prenatal merupakan masa yang harus mendapat perhatian serius, karena apapun yang terjadi pada masa ini, baik positif maupun negative, akan berpengaruh pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya. Setiap kondisi yang tidak baik akan membawa dampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari. Oleh sebab itu, berbagai cara dan upaya dilakukan oleh para ahli psikologi perkembangan dan para ahli medis agar proses pertumbuhan dan perkembangan masa kehamilan berjalan dengan baik dan lancar. Namun, upaya ini tidak akan maksimal tanpa adanya kerjasama dari calon ayah dan calon ibu.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Hurlock, Elizabeth B.2008. Psikologi Perkembangan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Santrock, John W. 2012. Perkembangan Masa Hidup Edisi Ketigabelas Jilid 1. Jakarta :

Erlangga

http://fithgallagher.wordpress.com/2010/09/30/karakteristik-perkembangan-masa-prenatal/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s