tabggung jawab etik pekerja sosial terhadap profesi pekerjaan sosial

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

  1. 1.      Latar belakang

 

Etika merupakan pedoman yang mengarahkan secara konkrit tindakan yang dilakukan manusia. Tindakan atau lebih tepatnya tingkah laku manusia, selalu mempunyai dasar normatifnya. Suatu perbuatan dikatakan baik atau buruk dinilai dari nilai-nilai etis yang hidup di masyarakat.

Etika pekerjaan sosial membimbing, mengatur dan mengendalikan perilaku dalam kapasitas peranan-peranan dan status pekerja sosial. Etika pekerjaan sosial menggambarkan apa yang diharapkan dari pekerja sosial di dalam penampilan fungsi-fungsi profesional mereka dan didalam tingkah laku mereka sebagai anggota profesi pekerjaan sosial. Harapan tersebut berlaku di dalam berbagai relasi baik dari relasi dengan klien, teman sejawat, badan atau lembaga maupun profesi pekerjaan sosial itu sendiri.

Cakupan penilaian profesionalisme etika pekerjaan sosial sangat luas karena pekerja sosial memikul tanggung jawab atas pelaksanaan praktek dan aktivitas pekerjaan sosial didalam kapasitas dan statusnya sebagai pekerja sosial, di dalam keragaman peranan yang harus ditampilkan, dan didalam hubungan-hubungan selama penampilan-penampilan peranan-peranan mereka ditengah-tengah masyarakat. Adanya kegagalan tentang etika dalam lingkungn pemerintah, politik, kesehatan dan hukum telah menjadikan para pekerja sosial peka terhadap perlunya menerapkan standar perilaku etik. Tentu saja dengan pengalaman pekerja sosial telah menjadi masukan aspiratif bagi profesi lainnya.

Tolak ukur tanggungjawab profesional adalah kualitas dari pekerjaan dan kompetensi. Para pekerja sosial dalam berbagai peranannya diharapkan dapat menampilkan fungsi-fungsinya yang ditetapkan dan menjadi tanggungjawabnya. Kompetensi juga merupakan satu prasyarat etik bagi upaya penampilan fungsi-fungsi pekerjaan sosial. Walaupun semua partisipan dalam kelompok pekerjaan sosial diharapkan untuk berperilaku etis, namun tanggungjawab utama untuk tingkah laku etik, setidak-tidaknya ditentukan/diperintah oleh kode etik pekerjaan sosial yang ditujukan untuk dan dituntut oleh para pekerja sosial.

Fokus utama pekerja sosial adalah mengenai perilaku pekerja sosial dalam kaitannya dengan kapasitas dan status profesi mereka yang ditandai dengan penampilan diri mereka. Prinsip-prinsip etik pekerjaan sosial dalam kategori ini dikaitkan dengan begitu banyak pola perilaku pekerja sosial seperti penampilan dalam berbagai peranan profesional harus menyesuaikan dengan tindakan dan sudut pandang mereka sebagaimana layaknya sebagai seorang pekerja sosial tanpa memandang relasi-relasi profesional yang ada dan yang aktual.

 

  1. 2.      Rumusan Masalah
    1. Bagaimana definisi pekerjaan sosial dengan pekerja sosial?
    2. Bagaiman prinsip-prinsip etik pekerjaan sosial serta kode etik pekerjaan sosial?
    3. Bagaimanakah tanggung jawab etis pekerja sosial terhadap profesi pekerjaan sosial?

 

  1. 3.      Tujuan
    1. Mengetahui hubungan antara pekerja sosial dengan profesi pekerjaan sosial.
    2. Mengetahui prinsip-prinsip etik pekerjaan sosial dan kode etik pekerjaan sosial.
    3. Mampu memahami serta menganalisis tanggung jawab etis pekerja sosial terhadap profesi pekerjaan sosial.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. 1.      DEFINISI PROFESI PEKERJAAN SOSIAL DAN PEKERJA SOSIAL

 

Pekerjaan Sosial adalah suatu bidang keahlian yang mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan atau mengembangkan interaksi antara orang/sekelompok orang dengan lingkungan sosial mereka sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan, mengatasi kesulitan dan mewujudkan aspirasi serta nilai-nilai mereka.

Pekerjaan sosial adalah profesi pertolongan kamanusiaan yang tujuan utamanya adalah membantu keberfungsian sosial individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan peran-peran sosialnya. Para pekerja sosial, memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai pertolongan yang diperoleh melalui pendidikan (perguruan tinggi).

Pekerja Sosial Profesional Adalah mereka-mereka yang melakukan peran sebagai pekerja sosial dalam berbagai segmennya, baik di masyarakat (pekerja sosial masyarakat), di ranah industri (pekerja sosial industri), maupun di ranah kesehatan (pekerja sosial medis) secara profesional, didasarkan pada latar belakang keilmuan yang diperoleh melalui jalur pendidikan tinggi bidang pekerjaan sosial. Atas hal ini, maka seluruh aktivitasnya mulai dari perencanaan, pentahapan, metode, teknik, pendekatan, dan yang lainnya yang digunakan didasarkan pada kaidah-kaidah ilmiah yang, tentu saja, bisa dipertanggungjawabkan.

 

5 kriteria profesi menurut Werner Boehm:

  1. Memiliki tanggungjawab terhadap kepentingan-kepentingan umum dan memberikan sumbangan melalui pelayanan atau kegiatannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  2. Mempunyai kerangka pengetahuan (body of knowledge)
  3. Mempunyai kerangka nilai (body of value)
  4. Mempunyai kerangka keterampilan (body of skill)
  5. Anggota suatu profesi harus diorganisasi dan menyadari bahwa dirinya merupakan kelompok yg mempunyai pengetahuan, nilai dan keterampilan yang perlu dijunjung tinggi dan dikembangkan

Karakteristik pekerjaan sosial

Karakteristik yang membedakan profesi pekerjaan sosial dengan profesi lain adalah sebagai berikut:

  1. Fokus pekerjaan sosial adalah orang secara keseluruhan dan secara totalitas yaitu yang mencakup faktor orang dan tngkah laku serta lingkungan sosialnya.
  2. Pekejaan sosial menekankan kepada pentingnya keluarga didalam membentuk dan mempengaruhi tingkah laku anggotanya. Pekerja sosial berusaha memahami prinsip-prinsip interaksi keluarga dan tata kerja keluarga sebagai unit yang paling dasar didalam meningkatkan keberfungsian sosial dan mengakui bahwa permasalahan sosial sebenarnya disebabkan oleh karena kurang memadainya interaksi dalam keluarga.
  3. Pemanfaatan sumber-sumber masyarakat untuk membantu orang memecahkan masalahnya.
  4. Pekerja sosial berkepentingan didalam usahanya untuk mengetahui bagaimana klien menilai dan merasakan dirinya sendiri dan bagaimana hubungan diantara pekerja sosial dengan kliennya.
  5. Pekerja sosial mengakui bahwa permasalahan sosial dan tingkah laku manusia berada didalam institusi-institusi sosial manusia.
  6. Tujuan yang paling dasar dari pekerja sosial adalah membantu klien atau masyarakat agar mereka dapat membantu membantu diri mereka sendiri.

 

 

            Fungsi dan tugas pekerjaan sosial

  1. Membantu orang meningkatkan dan menggunakan kemampuannya secara efeftif untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka alami.
  2. Mengkaitkan orang dengan sistem-sistem sumber
  3. Memberkan fasilitas interaksi dengan sistem-sistem sumber
  4. Mempengaruhi kebijakan sosial
  5. Memeratakan atau menyalurkan sumber-sumber material

Peranan pekerjaan sosial

  1. Sebagai pemercepat perubahan

Seorang pekerja sosial membantu individu kelompok dan masyarakat dalam mengakses sistem sumber yang ada, mengidentifikasi masalah dan mengembangkan kapasitasnya agar dapat mengatasi masalah untuk pemenuhan kebutuhannya.

  1. Peranan sebagai perantara

Yaitu menghubungkan individu, kelompok dan masyarakat dengan lembaga pemberi pelayanan masyarakat. Dalam hal ini : dinas sosial dan pemeberdayaan masyarakat, serta pemertintah agar dapat memberikan pelayanan kepada individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang membutuhkan bantuan atau layanan masyarakat.

  1. Pendidik

Pekerja sosial diharapkan mempunyai kemampuan menyampaikan informasi dengan baik dan benar serta mudah diterima oleh individu,kelompok dan masyarakat yang menjadi sasaran perubahan.

  1. Perencana sosial

Seorang perencana sosial mengumpulkan data mengenai masalah sosial yang dihadapi individu-individu, kelompok dan masyarakat, menganalisa dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu kelompok dan masyarakat

  1. Tenaga ahli

Dalam kaitannya dengan tenaga ahli pekerja sosial dapat memberikan masukan, saran dan dukungan informasi dalam berbagai area (individu,kelompok dan masyarakat)

  1. Fasilitator

Pekerja sosial sebagai fasilitator dalam peran ini berkaitan dengan menstimulasi atau mendukung pengembangan masyarakat. Peran ini dilakukan untuk mempermudah proses perubahan individu,kelompok dan masyarakat menjadi katalis untuk bertindak dan menolong sepanjang proses pengembangan dengan menyediakan waktu, pemikiran dan sarana- sarana yang dibutuhkan dalam proses tersebut.

 

  1. 7.      PRINSIP-PRINSIP PRAKTEK ETIK PEKERJAAN SOSIAL
    1. Prinsip Penerimaan

Secara mendasar prinsip penerimaan melihat pekerja sosial harus memiliki kemampuan untuk dapat menerima kelayan apa adanya, tanpa membeda-bedakan. Hal ini diperlukan untuk mengembangkan relasi yang harus dibangun antara pekerja sosial dengan kelayannya dalam proses pertolongan Aplikasi dari prinsip penerimaan, seorang pekerja sosial harus mampu meredam perasaan suka atau tidak suka yang terlihat dari penampilan fisik kelayannya Penerapan prinsip penerimaan dalam proses pertolongan diharapkan dapat memberikan efek percaya diri pada kelayan serta menghilangkan kekakuan dalam berkomunikasi dengan pekerja sosialnya, sehingga relasi yang terbangun dapat dikembangkan lebih baik.

 

  1. Prinsip Komunikasi

Yaitu kemampuan pekerja sosial dalam menangkap informasi yang dikemukakan oleh kelayan baik secara verbal maupun non verbal.

Seorang pekerja sosial harus memiliki kemampuan untuk dapat membantu kelayan dalam mengungkapkan perasaannya, sehingga dapat diperoleh kejelasan dalam permasalahan yang dialami oleh kelayan. Komunikasi tidak boleh terjalin karena didasarkan atas praduga.

Melalui prinsip komunikasi apa yang menjadi harapan(ekspektasi) kelayan dapat tergali. Dalam hal ini kemampuan pekerja sosial untuk meng-eksplore informasi harus dimiliki sehingga apa yang menjadi harapan kelayan dapat terpenuhi

 

  1. Prinsip Individualisasi

Pekerja sosial harus dapat menerima keunikan manusia yang memiliki perbedaan satu sama lain. Dengan demikian dalam proses pertolongan harus dikembangkan intervensi yang sesuai dengan kondisi kelayan agar mendapatkan hasil yang optimal

Konsekuensi dari prinsip individualisasi, dalam penanganan masalah yang dialami oleh kelayan pekerja sosial harus menerapkan pendekatan kasuistis

Dalam penerapannya harus dilakukan observasi secara mendalam agar perubahan perilaku kelayan dapat tercapai dalam proses pertolongan.

 

  1. Prinsip Partisipasi

Melalui prinsip partisipasi pekerja sosial hanya berperan sebagai fasilitator saja, karena peran aktif kelayan sangat menentukan keberhasilan intervensi dalam proses pertolongan

Dengan prinsip partisipasi, terlihat bahwa peran kelayan sangat besar dalam proses pertolongan. Hubungan yang terjalin antara kelayan dengan pekerja sosial adalah mitra kerja. Pekerja sosial hanyalah memberikan berbagai alternatif solusi dalam pemecahan masalahnya, kelayanlah yang akan mengambil keputusan.

Dalam penerapan prinsip partisipasi terlihat bagaimana sebetulnya tanggungjawab dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk keluar dari persoalan menjadi kunci keberhasilan dalam proses pertolongan.

 

  1. Prinsip Kerahasiaan

Pekerja sosial harus memegang teguh prinsip kerahasiaan dalam penanganan kasusu-kasus yang dialami kelayan.

Kelyan diharapkan mendapat jaminan akan informasi yang diberikannya kepada pekerja sosial. Sehingga kelayan dapat leluasa mengungkapkan berbagai persoalan dan ungkapan perasaannya kepada pekerja sosial.

 

  1. Prinsip Kesadaran Diri Petugas

Yaitu pekerja sosial harus dapat mengendalikan dirinya untuk tidak ikut hanyut oleh perasaan atau permasalahan yang dihadapi kelayan.

Relasi yang dibangun harus benar-benar professional. Jika control diri dan kesadaran pekerja sosial sulit dikendalikan dalam pproses pertolongan terhadap kelayannya, maka sebaiknya aktivitas dialihkan pada pekerja sosial lainnya.

 

  1. 8.      KODE ETIK PROFESI PEKERJAAN SOSIAL

 

Kode etik merupakan rumusan atau standar tentang perilaku yang dianggap baik dan yang perlu ditunjukkan oleh anggota profesi dalam melaksanakan tugas-tugasnya, kode etik ini dibuat agar anggota profesi tidak melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan.

Kode etik profesi pekerjaan sosial adalah suatu pedoman perilaku bagi anggota ikatan pekerja sosial professional Indonesia (IPSPI). Kode peksos ini sekaligus landasan untuk memutuskan persoalan-persoalan etika manakala perilaku pekerja sosial dalam menyelenggarakan hubungan professional dengan kalayan, reken sejawat, lembaga tempat ia dipekerjakandan dengan masyarakat dinilai menyimpang dari standar perilaku etik.

Kode etik pekerjaan sosial menurut National Association Of Social Workers (NASW)

  1. 1.      Perilaku dan sifat-sifat utama sebagai pekerja sosial

Perilaku dan sifat disini maksudnya adalah bagaimana perilaku yang ditunjukkan oleh pekerja sosial sebagai individu dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pekerja sosial professional seperti, kualitas pribadi, pengembangan kompetensi dan kemampuan professional, pelayanan, integritas, belajar dan meneliti.

 

  1. 2.      Tanggung jawab etik pekerja sosial terhadap klien

Selain tanggung jawab kepada dirinya sendiri, seorang pekerja sosial tentunya juga harus bertanggung jawab terhadap klien yang dilayaninya, hal ini dilakukan untuk menghindarkan klien dari praktek yang tidak kompeten yang dilakukan oleh seorang pekerja sosial atau yang mengatasnamakan pekerja sosial seperti mengutamakan kepentingan klien,hak-hak dan prerograsi klien, menghargai privasi klien, serta imbalan (ongkos pelayan).

 

  1. 3.      Tanggung jawab etik pekerja sosial terhadap rekan sejawat

Dalam melakukan praktek pekerjaan sosial terhadap rekan sejawatnya seorang pekerja sosial professional hendaknya menampilkan prilaku-prilaku yang tidak menyebabkan rekan sejawatnya mersa dirugikan. Seperti menghargai, jujur dan menghormati, dan tanggung jawab terhadap klien temannya.

 

  1. 4.      Tanggung jawab etik pekerja sosial terhadap lembaganya

Seorang pekerja sosial hendaknya mampu untuk memberikan pelayanan terbaik agar lembaga tempatnya bekerja mendapat pelayanan terbaik dari klien.

 

  1. 5.      Tanggung jawab etik pekerja sosial terhadap profesi

Hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang pekerja sosial mampu untuk mempertahankan nama baik profesinya yakni profesi pekerjaan sosial. Hal ini juga berkenaan dengan apa saja yang perlu dilakukan pekerja sosial professional untuk mencapai tujuan tersebut.

 

  1. 6.      Tanggung jawab etik pekerja sosial terhadap masyarakat

Pekerja sosial professional hendaknya turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,dimana masyarakat didorong untuk bisa mandiri dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dirinya serta kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

 

Tujuan dan Fungsi dari kode etik sendiri, adalah :
1. Melindungi reputasi profesi.
2. Meningkatkan kompetensi dan kesadaran tanggung jawab.
3. Melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang tidak kompeten.

 

  1. 9.      TANGGUNG JAWAB ETIS PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL TERHADAP PROFESI PEKERJAAN SOSIAL

 

Pekerja sosial harus memelihara dan meningkatkan nilai-nilai etika pengetahuan dan misi profesi, meningkatkan integritas dan martabat profesi serta bertanggung jawab dan menggalakkan diskusi- diskusi tentang profesi.

Pekerja sosial harus memiliki komitmen dan pengembangan pengembangan keahlian profesi dan mendukung pembentukan dan pengembangan perundang-undangan, kebijakan sosial dan implementasinya yang berkaitan dengan profesi.

 

  1. a.      Memelihara Integritas Profesi ( Pasal 13)

Pekerja sosial profesional harus memelihara dan mengembangkan nilai-nilai etika, pengetahuan dan misi profesi.

  1. Pekerja sosial profesional harus melindungi dan meningkatkan martabat dan integritas profesi serta harus bertanggungjawab serta menggalakkan diskusi-diskusi tentang profesi.
  2. Pekerja sosial profesional harus menggunakan saluran-saluran yang tepat dalam bertindak menghadapai perilaku tidak etis yang dilakukan oleh anggota lain.
  3. Pekerja sosial profesional harus bertindak untuk mencegah praktek pekerjaan sosial yang tidak bertanggung jawab dan tidak memenuhi ketentuan.

 

  1. b.      Pelayanan Masyarakat ( Pasal 14 )

Pekerja sosial profesional harus mendukung profesinya dalam memberi pelayanan sosial yang bermakna kepada  masyarakat umum.

  1. Pekerja sosial profesional harus mempunyai komitmen dan mengembangkan keahlian profesional sehingga dapat meningkatkan penghargaan terhadap integritas dan kompetensi profesional pekerjaan sosial.
  2. Pekerja sosial profesional harus mendukung pembentukan  dan pengembangan perundang-undangan kebijakan sosial dan implementasinya yang berkaitan dengan profesi.
  3. Pekerja sosial profesional berorientasi pada kebutuhan-kebutuhan dan partisipasi masyarakat.

  1. c.       Pengembangan, Pengetahuan dan Keterampilan ( Pasal 15 )

Pekerja sosial profesional bertanggungjawab mengidentifikasi, mengembangkan dan memanfaaatkan pengetahuan serta keterampilan demi praktek profesional.

  1. Pekerja sosial profesional mendasarkan prakteknya pada prinsip-prinsip pekerjaan sosial.
  2. Pekerja sosial profesional terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pekerjaan sosial/ kesejahteraan sosial dan mengkaji secara kritis, menjaga, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah ada.
  3. Pekerja sosial profesional harus menguji secara kritis, menjaga, mengembangkan pengetahuan yang ada sekarang sesuai dengan visi/ misi pekerjaan sosial.
  4. Pekerja sosial profesional mendorong dan mengembangkan pengetahuan pekerjaan sosial/ kesejahteraan sosial melalui penelitian ilmiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Pekerjaan Sosial adalah suatu bidang keahlian yang mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan atau mengembangkan interaksi antara orang/sekelompok orang dengan lingkungan sosial mereka sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan, mengatasi kesulitan dan mewujudkan aspirasi serta nilai-nilai mereka. Sedangkan Pekerja Sosial Profesional Adalah mereka-mereka yang melakukan peran sebagai pekerja sosial dalam berbagai segmennya, baik di masyarakat (pekerja sosial masyarakat), di ranah industri (pekerja sosial industri), maupun di ranah kesehatan (pekerja sosial medis).

Dalam praktek pekerjaan sosial, Pekerja sosial memiliki tanggung jawab etik terhadap profesi pekerjaan sosial. Tanggung jawab etik tersebut yaitu pekerja sosial harus memelihara dan meningkatkan nilai-nilai etika pengetahuan dan misi profesi, meningkatkan integritas dan martabat profesi serta bertanggung jawab dan menggalakkan diskusi- diskusi tentang profesi

Pekerja sosial harus memiliki komitmen dan pengembangan pengembangan keahlian profesi dan mendukung pembentukan dan pengembangan perundang-undangan, kebijakan sosial dan implementasinya yang berkaitan dengan profesi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s