HAM serta kaitannya dengan kebudayaan

 

HAK ASASI MANUSIA SERTA KAITANYA DENGAN KEBUDAYAAN DAN BERBAGAI PELANGGARAN HAM

Oleh : Nella Kurnia Anggrahini

Gambarsumber gambar : http://www.google.com

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sejak ia dalam kandungan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan akan harkat dan martabat manusia. Hak asasi manusia berlaku secara universal yang artinya bahwa hak asasi manusia berlaku bagi seluruh umat manusia dibumi. Dasar-dasar tentang HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1. Hak asasi manusia diantaranya meliputi Hak untuk hidup, hak memperoleh pendidikan, hak memperoleh penghidupan yang layak, hak untuk mendapatkan pekerjaan dan lain sebagainya.

Hak Asasi Manusia menjadi bahasan penting setelah terjadinya perang dunia II dan pada waktu pembentukan perserikatan bangsa-bangsa pada tahun 1945. Istilah HAM sebelumnya di sebut sebagai natural right yang merupakan suatu kebutuhan dari realitas sosial yang bersifat universal. Namun dalam perkembangannya telah terjadi perubahan-perubahan secara mendasar sejalan dengan keyakinan dan praktek-praktek sosial dilingkungan masyarakat luas.

Hak Asasi Manusia sendiri sebelumnya hanya terdapat di negara-negara maju, dan seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi akhirnya mulai meluas dan diterapkan di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, pemunculan,perumusan dan institusionalisasi Hak Asasi Manusia tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial atau habitatnya, yaitu masyarakat dimana HAM dikembangkan. Oleh karena itu keberadaan sistem budaya dan multikulturialisme disetiap negara  sangat berkaitan erat dengan keberlangsungan penerapan HAM. Masyarakat multikultural merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan. Hal tersebut karena disebabkan oleh banyaknya suku bangsa yang memiliki struktur budaya sendiri yang berbeda dengan budaya suku bangsa lainnya. Tidak jarang karena adanya multikulturalisme tersebut sering menjadi pemicu terjadinya kasus pelanggaran HAM seperti diskriminasi terhadap kaum minoritas secara legal dan formal seperti yang terjadi dinegara afrika selatan sebelum direformasi, atau pada jaman penjajahan belanda dan  jepang di Indonesia.

Di Indonesia sendiripun  budaya masih banyak menjadi pemicu terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Budaya yang dinilai bertentangan dengan HAM itu antara lain budaya patriarki, sistem kasta, yang cenderung menerapkan perlakuan diskriminatif dalam memperoleh akses pendidikan, kesehatan dan lainnya. Budaya-budaya diskriminatif seperti itu perlu dikikis terus demi terwujudnya nilai budaya baru yang egaliter, yang memosisikan semua orang dalam kesetaraan. Diduga kuat, masih adanya budaya-budaya yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip HAM ini ikut memicu tingginya terjadinya kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Apabila dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia, ada beberapa peristiwa besar pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi dan mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia, seperti kasus tanjung priok (1984), peristiwa aceh (1990), peristiwa penculikan para aktivis politik (1998), kasus poso (1998-2002),kasus TKI di Malaysia, dan kasus-kasus lainnya.

            Hal lain yang masih berkaitan dengan pelanggaran HAM atau lebih tepatnya pelanggaran terhadap hak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak ditandai dengan terpuruknya nasib buruh di Indonesia. Di tengah situasi global tak menentu dan kepemimpinan nasional yang lemah, peningkatan kualitas nasib buruh di Indonesia semakin lambat. Ditambah lagi harga kebutuhan pokok yang saat ini terus mengalami kenaikan dan biaya transportasi yang mahal akibat dari kebijakan pemerintah menikan harga BBM tanpa diimbangi oleh kenaikan gaji buruh semakin memperparah kondisi kaum buruh yang mayoritas masih berada di garis kemiskinan. Upaya para buruh dalam mengapresiasikan tuntutannya seringkali terlihat saat peringatan hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Dalam aksinya kaum buruh menuntut kenaikan upah minimum regional (UMR) namun jarang sekali aspirasi mereka ditanggapi secara serius oleh pihak perusahaan maupun pemerintah. Terbukti dengan upah buruh di Indonesia yang masih menempati posisi terendah di banding dengan negara-negara tetangga di ASEAN. Diantaranya yaitu seperti di Thailand memiliki upah minimum ekuivalen Rp 2,1 juta-2,8 juta, Malaysia Rp 2,4 juta, dan Filipina Rp 3 juta. Sementara Indonesia masih di bawah Rp 2 juta dan hanya di Jakarta saja yang sudah di atas Rp 2 juta, Itu pun belum dilakukan oleh semua perusahaan.

Selain dari kasus pelanggaran ham diatas, masih ada pula jenis pelanggaran ham yang berat, dimana pelakunya akan diadili oleh pengadilan Hak Asasi Manusia. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh Pengadilan yang meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, maupun kelompok agama.

Meskipun kasus pelanggaran HAM masih banyak terjadi dan belum mampu dituntaskan, namun pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk menuntaskannya dengan adanya lembaga khusus untuk menangani berbagai kasus pelanggaran HAM tersebut seperti komnas HAM, dan Komnas perlindungan anak. Tidak hanya itu, peran pekerja sosial juga sangat penting bagi tercapainya misi pemerintah dalam menangani kasus-kasus pelanggaran HAM tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s