PENANGANAN KASUS BULLYING DISEKOLAH (School of Social Work)

PENANGANAN KASUS BULLYING DISEKOLAH

MATA KULIAH PEKERJAAN SOSIAL DIBIDANG PENDIDIKAN

Oleh : Nella Kurnia Anggrahini

A. DESKRIPSI MASALAH

Didalam setiap sekolah selalu saja terdapat banyak kasus-kasus yang terjadi di kalangan siswa sekolah mulai dari kasus merokok, membolos, mencontek, berkelahi, dan sebagainya. Namun dalam kasus yang akan saya angkat saat ini adalah kasus tentang bullying yang terjadi di sebuah sekolah. Dan ini merupakan kasus nyata yang pernah saya temui secara langsung.
Kasus ini menimpa salah seorang siswi yang bernama harum (nama samaran). Harum merupakan anak dari salah seorang guru disekolah. Umumnya disekolah manapun anak guru selalu disegani, akan tetapi tidak dengan Harum. Harum memperoleh perlakuan bullying setiap hari dari teman-teman dikelasnya yaitu oleh sekelompok orang. Bentuk perlakuan bullying yang diterimanya adalah berupa ejekan, hinaan, atau dengan panggilan-panggilan yang tujuannya menghina. Misalnya dengan panggilan Si Ratu, si perempuan paling cantik, dan sebagainya yang merupakan panggilan-panggilan yang bertolak belakang dengan dirinya yang sesungguhnya. Pelaku Bullying atau sekelompok teman dikelasnya itu melakukan tindakan Bullying lantaran menganggap bahwa Harum seseorang yang aneh, dan lebih memandang dari segi fisik atau paras.

Mereka (para pelaku) merasa bahwa dengan membully nya merupakan suatu hal yang lucu dan dapat dijadikan hiburan. Sebagai objek bullyan Harum menjadi seseorang yang terasingkan dikelasnya. Hal ini dikarenakan lantaran teman-teman dikelasnya malu berteman dengannya dan tak mau menjadi objek bullyan seperti harum. Padahal hal semacam itu dapat berdampak besar bagi perkembangan psikologis dari korban. Namun kasus ini tidak pernah mendapat penanganan dari pihak sekolah melalui guru BK ataupun orang tua. Hal ini disebabkan oleh karena tidak ada yang melapor tentang kasus tersebut termasuk korban itu sendiri.
Akibat dari perlakuan bullying yang diterimanya, korban mengalami tekanan terhadap psikologisnya. Hal ini terlihat dari menurunnya kepercayaan diri (self-esteem), malu, merasa sendiri, dan cenderung merasa rendah diri.
B. RENCANA INTERVENSI
1. Tujuan Intervensi
Adapun tujuan dilaksanakan intervensi nantinya adalah sebagai berikut :
a. Menghentikan praktik bullying yang terjadi disekolah.
b. Mengembalikan kepercayaan diri klien.
c. Memberikan perlindungan bagi klien agar klien merasa aman.
d. Memberikan pembelajaran yang baik bagi para pelaku dan siswa-siswa lain disekolah agar tidak melakukan tindakan bullying.
2. Sistem Dasar Praktik Pekerjaan Sosial
a) Sistem Pelaksana Perubahan
Sistem pelaksana perubahan dalam hal ini adalah praktikan (pekerja sosial).
b) Sistem Klien
Sistem klien dalam hal ini adalah para anak jalanan beserta keluarganya yang telah melakukan kontrak dengan praktikan (pekerja sosial).
c) Sistem Sasaran
Pihak-pihak yang menjadi sasaran intervensi dalam usaha pencapaian tujuan intervensi dan pemecahan masalah klien, diantaranya :
1) Klien itu sendiri;
2) Pelaku bullying
3) Teman sekelas
4) Sistem Kegiatan
Sistem kegiatan di sini adalah praktikan (pekerja sosial) bersama-sama dengan pihak-pihak terkait dalam melaksanakan intervensi dan mencapai tujuan.

3. Pendekatan, Metode, Dan Teknik
Berikut adalah pendekatan yang dapat dilakukan untuk menangani kasus bullying ini yaitu :
a. Pendekatan penghapusan (obilition)
Merupakan pendekatan yang dilakukan dengan cara menghapus kasus bullying yang terdapat disekolahan. Dengan   melakukan upaya-upaya prefentif dan interventif dengan menindak tegas pelaku bullying yaitu dengan mengatasi masalah yang menjadi akar dari fenomena tersebut.
b. Pendekatan perlindungan
Ialah suatu pendekatan yang menitik beratkan pada perlindungan dan pemberian hak-hak kepada setiap siswa. Karena setiap orang memiliki hak masing-masing yang tertuang kedalam Hak Asasi Manusia seperti hak kebebasan, termasuk memperoleh perlindungan. Perlindungan tersebut dapat melalui perumusan hukum-hukum dan aturan sekolah. selain itu juga melalui peningkatan peran lembaga sekolah, dan keluarga.

Metode dan teknik yang digunakan dalam menangani klien demi tercapainya tujuan intervensi yang telah disusun, adalah dengan :
a) Social Casework Method
Social casework adalah salah satu metode pokok pekerjaan sosial yang dipergunakan untuk membantu individu-individu agar mereka dapat memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi di dalam kehidupan sosialnya secara lebih efektif. Adapun teknik-teknik yang akan digunakan, diantaranya :
• Small Talk (pembicaraan ringan);
• Ventilation (mendorong dan memfasilitasi klien untuk mengungkapkan masalahnya);
• Support and Motivation (memberikan dukungan dan motivasi);
• Advice Giving And Counseling (pemberian nasihat dan konseling)

b) Social Groupwork Method
Social groupwork adalah metode pokok dalam pekerjaan sosial yang bertujuan untuk membantu memperbaiki dan/atau meningkatkan keberfungsian individu melalui kelompok. Bisa disebut juga sebagai suatu pendekatan yang secara sadar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan individu semaksimal mungkin melalui suatu kelompok. Adapun teknik-teknik yang dapat digunakan, diantaranya yaitu :
1. Peer partnering. Bagian dari strategi intervensi prososial melalui pemanfaatan peer group untuk melindungi, mendampingi atau menjaga murid-murid yang kecil dan lemah yang rentan sebagai korban bullying. Aktivitasnya adalah support dan “ pelajaran” agar percaya diri, terampil membuat tugas sekolah, mudah beradaptasi dan memperluas pertemanan.
2. Peer mentoring. Mengenal, bicara, berempati dan mendampingi siswa, lingkungan dan pelajaran yang diperolehnya. Membimbing siswa untuk memperoleh self-esteem agar percaya diri, mampu memecahkan masalah dan mempunyai arti bagi orang lain.
3. Share responsibility. Yaitu karena pada kasus ini bullying dilakukan oleh sekelompok siswa maka kelompok tersebut harus bertanggung jawab untuk berbuat sesuatu memperbaiki sikap terutama pada korban dan komunitasnya. Pertanggungjawaban itu tidak menyalahkan tetapi harus difokuskan untuk memecahkan masalah dan tidak mengulanginya lagi.

4. Program Intervensi
a. Membuat kebijakan
b. Pemberian motivasi terhadap guru
c. Menciptakan atmosfer kelas yang baik
d. Melakukan sosialisasi terkait dengan apa itu bullying, dampak yang diakibatkan kepada siswa, dan pertolongan yang didapatkan siswa.
e. Melakukan pengawasan dan monitoring perilaku siswa diluar kelas.
f. Melibatkan orang tua korban bullying dan mengundang mereka untuk datang ke sekolah guna mendiskusikan bagaimana perilaku bullying dapat dirubah.
g. Menyelenggarakan case coference. Korban didorong untuk menyatakan kesedihan dihadapan orang yang telah melakukan bully.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s