PEKERJAAN SOSIAL BIDANG PENDIDIKAN (Masalah Anak Disekolah)

HASIL OBSERVASI MASALAH MEMBOLOS ANAK DISEKOLAH
PEKERJA SOSIAL BIDANG PENDIDIKAN

Oleh : Nella Kurnia Anggrahini

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial ( STKS ) Bandung

A. DESKRIPSI MASALAH

DA adalah salah seorang siswi SMA N 19 Bandung. usianya saat ini yaitu 16 tahun. Permasalahan yang dialaminya yaitu terkait dengan masalah membolos, kabur dari sekolah, dan terlambat masuk kelas. DA sering terlambat ke sekolah lantaran jarak antara rumahnya ke sekolah cukup jauh. Sementara, jika sudah terlambat ke sekolah terkadang DA memilih untuk tidak masuk sekolah sekalian. Berdasarkan keterangan dari DA, ketika dirinya tidak masuk sekolah orang tuanya mengetahui akan tetapi orang tua tidak memarahinya dan bahkan membolehkannya. Sikap pembiaran oleh orang tuanya inilah yang pada akhirnya membuat DA menjadi berani untuk mengambil risiko tidak masuk kesekolah ketika dirinya terlambat. Dan merasa dibebaskan oleh orang tua ketika dirinya sedang malas untuk berangkat kesekolah. sehingga tidak timbul perasaan rugi ketika tidak masuk sekolah.
Klien bersikap sangat terbuka kepada praktikan, ia mengungkapkan secara terbuka tentang apa-apa yang ia lakukan ketika membolos atau tidak masuk sekolah. pernah dalam kasus terakhirnya ia kabur dari sekolah dan pergi ke tempat kos temanya yang berada di dago barat. Tiba-tiba sejumlah guru BK, Kepala sekolah dan guru pelajaran mendatangi tempat kos tersebut dan menggrebeknya. Kasus tersebut akhirnya membawanya untuk kembali berurusan dengan pihak BK. Berdasarkan pengamatan saya terhadap klien DA, dirinya tidak merasa bahwa itu merupakan sebuah masalah. akan tetapi setelah saya tanyakan kepada guru BK bahwasanya Klien DA ini merupakan salah seorang siswi bermasalah pada tingkat berat terkait dengan perilaku-perilaku membolosnya. Bahkan menurut keterangan guru BK bahwasanya penanganan masalah klien DA ini sudah sampai pada tingkat kesiswaan yang mana jika masalah sudah sampai ditangani oleh bagian kesisiwaan maka berarti masalah tersebut merupakan permasalah siswa tingkat berat.

B. FAKTOR PENYEBAB MASALAH

a. Sikap berani DA dalam mengambil risiko.
b. Pembiaran orang tua terhadap anak.
c. Lokasi dari rumah ke sekolah yang sangat jauh.
d. Sikap salah seorang guru pelajaran yang kurang baik.
e. Pergaulan dengan teman-teman yang kurang baik.

C. DAMPAK MASALAH
Dampak permasalahan dari sikap berani dan membolos klien jika dibiarkan semakin lama adalah dapat berdampak pada nilai akademik klien dan menurunnya semangat sekolah klien.

D. HARAPAN KLIEN
klien berharap bahwa guru disekolah dapat lebih bervariasi dalam proses mengajar, sehingganya membuat dirinya senang dengan mata peljaran disekolah.

E. SISTEM SUMBER
a. Keluarga
Peran keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan penguatan dan motivasi klien untuk meningkatkan prestasinya disekolah. Peran yang paling penting dalam keluarga yaitu peran orang tua. Orang tua diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan dorongannya kepada klien dalam sekolah. sehingganya klien dapat terawasi ketika hendak membolos.
b. Guru
Guru disekolah sangat berperan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, guru juga sangat berpengaruh dalam minat siswa sehingganya diharapkan guru dapat memberikan sistem pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam proses pembelajaran.
c. Teman sebaya
Teman sebaya terutama teman sepermainan dan teman disekolah sangat berpengaruh bagi terbentuknya perilaku seseorang. Demi terbentuknya pola perilaku positif, maka alangkah perlunya jika upaya tersebut juga dilakukan dengan membentuk pola pertemanan yang baik.

F. PROGRAM INTERVENSI
Adapun program intervensinya adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan motivasi belajar klien dan meningkatkan semangat klien dalam berangkat kesekolah dengan cara menyadarkan klien akan pentingnya kehadirannya disekolah.
b. Melalui teknik konseling, diharapkan pekerja sosial maupun guru BK dapat memberikan bimbingan-bimbingan terhadap klien dan memberikan solusi-solusi yang tepat terhadap upaya penyelesaian masalah klien.
c. Pemberian pengarahan dan pemahaman kepada orang tua klien untuk lebih memperhatikan anaknya yaitu klien DA didalam hal sekolah. orang tua harus memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap klien.
d. Peningkatan pengawasan dan aturan sekolah terhadap siswa-siswa yang memiliki masalah membolos
e. Melakukan case conference yang akan dihadirkan oleh orang tua, wali kelas, guru BK, pekerja sosial, kepala sekolah, lembaga bidang kesiswaan. Dalam case sonference ini dilakukan sebuah pemecahan masalah dalam upaya menangani masalah klien dalam hal membolos.
f. Mengevaluasi sistem pengajaran guru yang kurang disukai oleh klien. hal ini perlu dilakukan karena peran guru sangatlah penting untuk membuat siswa termotivasi belajar.
g. Membangun sistem pembelajaran yang menyanangkan dan lebih kondusif. Hal ini dilakukan dengan cara memvariasi sistem pembelejaran sehingga tidak bersifat monoton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s