Sejarah Terapi gestalt

Sejarah Terapi Gestalt

Frederick S (“Fritz”) Perls (1893-1970) Pencetus Utama dan pengembang teoriGestalt.Lahir di Berlin dari keluarga Yahudi kelas menengah bawah.Dia merasabahwa dirinya menjadi sumber masalah bagi orangtuanya, dia gagal dua kali pada tingkat tujuh dan terbuang dari sekolahnya.Dia berusaha menyelesaikan sekolahnya dan mendapat gelar MD.Dengan spesialisasi sebagai psikiater. Pada tahun 1916 ia bergabung dengan tentara jerman sebagai tenaga medis pada perang dunia I.
Setelah perang Perls bekerja bersama Kurt Goldstein pada institut Goldstein untuk Kerusakan otak tentara diFrankfurt Dari sinilah ia melihat pentingnya manusia dipandang sebagai satu keseluruhan bukan dari sejumlah fungsi bagian-bagiannya. Kemudian ia pindah ke Wina dan memulai latihan psikoanalisisnya. Perls di analisis oleh Wilhelm Reich, ahli psikoanalisis yang menokohi metode-metode pemahamandiri dan perubahan kepribadian melalui terapi tubuh.Dia juga di awasi oleh sejumlah tokoh kunci pergerakan psikoanalisis, termasuk Karen Horney.
Setelah itu Perls pindah ke Amerika pada tahun 1946 dan mendirikan Institut Terapi Gestalt New York pada tahun 1952.Bahkan dia tinggal di Big Sur, California, dan memberi workshop dan seminar di Institut Esalen, menata reputasinya sebagai seorang innovator psikoterapi. Disini ia memiliki pengaruh besar pada masyarakat, sebagian karena profesionalisme menulisnya, dan sebagian besar karena hubungan pribadinya dalam workshopnya.
Secara pribadi Perls adalah orang penting dan membingungkan.Masyarakatmenyeganinya atau kadangkala menganggapnya sebagai orang yang kejam.Diadipandang berbeda-beda sebagai orang yang berwawasan, bijak, cemerlang, provokatif, manipulatif, bermusuhan, penuntut, dan inspirasional.Sayangnya,beberapa orang yang mengikuti workshopnya menjadi pengikut dan menyebarkanajaran terapi Gestalt.
Laura Posner Perls (1905-1990) lahir di Pforzhein, German. Dia mulai main piano semenjak usia 5 tahun dan mampu memainkannya secara profesional pada usia 18tahun. Sejak usia 8 tahun dia mengikuti tarian modern yang kemudian menjadibagian penting dalam hidupnya. Dari sanaLaura mulai praktek sebagai psikoanalis,dia mempersiapkan karirnya sebagai pemain piano, masuk sekolah Hukum,mendapat title di Psikologi Gestalt, dan mendirikan studi Filsafat Gestalt. JelasnyaLaura memiliki latar belakang yang kayaketika bertemu dengan Fritz tahun 1926 danmemulai kerjasamanya yang menghasilkan terapi Gestalt, Laura dan Fritz menikahpada tahun 1930.Mereka mendirikan institut New York untuk Terapi Gestalt dan membuat pelatihan dalam pendekatannya. Sebagai tim mereka memberikan kontribusi bagi perkembangan dan mempertahankan pergerakan terapi Gestalt diAmerika dari akhir tahun 1940an sampai kematiannya tahun 1990.
Teori Gestalt merupakan sebuah pendekatan fenomenologis-eksistensialberdasarkan premis bahwa setiap individu harus memahami konteks hubungannyadengan lingkungannya. Tujuan awalnya adalah bagi klien untuk memperoleh kesadaran, akanpengalaman dan bagaimana mereka mengalaminya. Dengan kesadaran ini, perubahan secara otomatis terjadi. Pendekatannya bersifatfenomenologis karena terfokus pada persepsi klien akanrealitas dan bersifateksistensial karena berdasarkan dugaan bahwa manusia selalu dalam proses menjadidan mencari diri sendiri. Sebagai pendekatan eksistensial, terapi Gestalt memberikanperhatian khusus pada eksistensi sebagai individu yang mengalaminya dan menegaskan kapasitas pertumbuhan dan penyembuhan melalui hubunganinterpersonal dan wawasan (Yontef, 1995).
Meskipun Fritz Perls dipengaruhi oleh konsep psikoanalisis, ia mengambil isu-isu dariteori Freud sebagai beberapa dasar teorinya. Pandangan Freud pada manusia secara mendasar bersifat mekanis, sedangkan Perls menekankan pendekatan holistik pada masalah kepribadian.Freud terfokus pada penekanan konflik intrapsikis sejak masakanak-kanak, sedangkan Pearls menilai pengujian pada situasi yang ada saja.
Salah satu aturan ahli terapi adalah untuk mengarahkan fokus fenomenologis, atauuntuk membantu klien dalam membangun kesadaran mereka.Kesadaran meliputiwawasan, penerimaan diri, pengetahuan akan lingkungan, pertanggungjawaban ataspilihan, dan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s