TERAPI GESTALT

PENGERTIAN TERAPI GESTALT

Terapi Gestalt dikembangkan oleh Frederick Perls adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa individu-individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung jawab pribadi jika mereka mengharap kematangan. Karena bekerja terutama di atas prinsip kesadaran, terapi Gestalt berfokus pada “apa “ dan “ bagaimana-nya tingkahlaku dan pengalaman di sini dan sekarang dengan memadukan (mengintegrasikan) bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tidak diketahui.
Asumsi dasar terapi Gestalt adalah bahwa individu-individu mampu menangani sendiri masalah- masalah hidupnya secara efektif.Tugas utama terapis adalah membantu klien agar mengalami sepenuhnya keberadaannya di sini dan sekarang dengan menyadarkannya atas tindakannya mencegah diri sendiri merasakan dan mengalami saat sekarang.
Oleh karena itu terapi Gestalt pada dasarnya non interpretatif dan sedapat mungkin klien menyelenggarakan terapi sendiri. Mereka membuat penafsiran- penafsirannya sendiri, menciptakan pernyataan-pernyataanya sendiri, dan menemukan makna-maknanya sendiri. Akhirnya, klien didorong untuk langsung mengalami perjuangan di sini dan sekarang terhadap urusan yang tak selesai di masa lampau.Dengan mengalami konflik- konflik, meskipun hanya membicarakannya, klien lambat laun bisa memperluas kesadarannya.
Makna dari teori gestalt adalah teori ini mengajarkan konselor dan konseli metode kesadaran fenomenologi, yaitu bagaimana individu memahami, merasakan, dan bertindak serta membedakannya dengan interprestasi terhadap suatu kejadian dan pengalaman masa lalu. Teori ini juga dianggap teori yang hidup dan mempromosikan pengalaman langsung, bukan sekadar membicarakan permasalahan dalam konseling. Oleh karena itu, teori ini disebut juga experiental, dimana konseli merasakan apa yang mereka rasakan, pikirkan dan lakukan pada saat konseli berinteraksi dengan orang lain (Corey,1986,p.120).
Serta Landasan filosofis dalam Teori Gestalt ada tiga yaitu :
1. Perspektif Fenomenologi ( The Phenomenological Perspective )
Fenomenologi adalah disiplin ilmu yang bertujuan membantu individu mengambil jarak dari cara berpikir yang biasa dilakukan individu, sehingga mereka dapat mengatakan perbedaan apa yang sebenarnya dirasakan pada situasi sekarang dan apa hanya sebagai residu masa lalu (Idhe, 1997 dalam Yotnef 1993). Pendekatan Gestalt memperlakukan hal-hal yang secara subjektif dirasakan individu pada saat ini, dan apa yang secara objektif terobservasi sebagai data yang nyata dan penting (Yotnef 1993).
2. Perspektif Teori Medan ( The Field Theory Perspective )
Landasan ilmiah perspektif fenomenologi pendekatan Gestalt adalah teori medan (field theory ). Field theory adalah metode untuk mengeksplorasi apa yang dideskripsikan keseluruhan ( the whole field ) kejadian yang sedang dirasakan, bukan menganalisis kejadian berdasarkan bagian-bagian tertentu (Yotnef 1993). Teori fenomenologi medan dapat didefinisikan sebagai apa yang diobservasi oleh observer dan, yang bermakna adalah ketika individu mengetahui kerangka berpikir (the frame of reference) observer (Yotnet 1993). Pendekatan medan adalah pendekatan yang deskriptif, bukan spekulatif dan interpretatif. Penekanannya pada mengobservasi, mendeskripsikan, dan menjelaskan struktur yang diobservasi (Yotnef 1993).
3. Perspektif Eksistensial ( The Existential Perspective )
Existentialism adalah dasar dari metode fenomenologi yang berfokus pada eksistensi individu, hubungan dengan orang lain serta kesenangan dan kesakitan yang langsung dirasakan (Yotnef 1993). Sebagian besar manusia berpikir secara konvensionalyaitu, cara berpikir yang ambigu atau menghindari pemahaman dan pengakuan tentang bagaimana dunianya. Membohongi diri sendiri (self-deception) adalah dasar dari ketidakotentikan (inauthenticity), yaitu hidup tidak berdasarkan pada kebenaran diri yang menyeret individu memiliki perasaan takut, bersalah, dan cemas. Terapi Gestalt memberikan strategi untuk menjadi pribadi yang autentik dan bertanggung jawab secara bermakna kepada diri sendiri. Dengan menjadi sabar, individu memiliki kemampuan untuk memilih dan mengorganisasikan eksistensi dirinya secara bermakna (Yotnef 1993).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s