PERJALANAN CINTA AYAH DAN IBU

PERJALANAN CINTA

AYAH DAN IBU

Oleh : Nella Kurnia Anggrahini

Ayah Dan Ibu

    Ayah Dan Ibu saat berkunjung ke Bandung

Kali ini aku akan bercerita tentang sebuah perjalanan cinta, tentang Ayah dan Ibu, dan bagaimana kisah cinta mereka berlangsung .. hemmm….

Yupz, kita mulai… keluargaku tinggal di sebuah desa di provinsi lampung namanya desa campang. Desa ini berada di kaki gunung Tanggamus. Maka tak heran jika suhu di daerah ini sejuk dan dingin karena berada di kaki gunung. Meskipun letaknya berada di provinsi lampung, desa ini dihuni oleh orang-orang bersuku jawa. Konon ceritanya dari dahulu nenek moyang desa ini berasal dari jawa yang di transmigrasikan sejak masa penjajahan hingga melahirkan anak cucu dan akhirnya berkembanglah daerah ini menjadi daerah jawa. Budaya, bahasa, dan tata perilaku yang diterapkan disini yaitu budaya jawa.

Berbeda dengan latar belakang orang tuaku, jika umunya masyarakat disana adalah suku jawa keturunan, maka orang tuaku bukan keturunan dari daerah itu melainkan memang asli berasal dari jawa. Orang tuaku adalah perantau yang merantau ketika usia muda dan menetap hingga sekarang. Ayahku berasal dari Purworejo Jawa Tengah, dan Ibuku berasal dari Temanggung Jawa Tengah. Mereka sama-sama merantau dan menikah di tanah rantau yaitu lampung.

Hmmmbb… sedikit cerita tentang kisah bagaimana awal perkenalan orang tuaku.. kata Ibu, dulu mereka tidaklah saling mengenal, hingga suatu ketika mereka diperkenalkan oleh salah seorang teman ibu yang merupakan tetangga ayah di purworejo. Selama perkenalan itu, Ibu dan Ayah belum pernah bertemu, tetapi hanya melalui foto. Kemudian saling berkirim-kirim surat. Hingga suatu hari ayah memutuskan untuk berkunjung ke Rumah Ibu di Temanggung Jawa Tengah. Pada saat itu, untuk pertama kalinya ayah dan Ibu saling bertemu secara langsung. Pada kunjungan itu ayah juga sempat bertemu dengan orang tua Ibu, dan sedikit berbincang-bincang yang perbincangan itu sama sekali tidak diketahui oleh Ibu.

Beberapa waktu setelah ayah berkunjung ke rumah orang tua Ibu, Ayah memutuskan untuk pergi merantau ke kota Tanjung Karang Lampung guna melanjutkan Kuliah di salah satu perguruan Tinggi di kota tersebut. Selain berkuliah, ayah juga bekerja sampingan.

Setelah beberapa lama tinggal di Tanjung Karang, Ayah mengirimi Ibu Surat. Didalam Surat itu, Ayah meminta Ibu untuk menyusulnya. Pada saat Itu, Ibu sama sekali belum pernah sekalipun pergi ke tempat itu. Dengan berbekal surat yang berisi tentang rute perjalanan ke lampung, akhirnya Ibupun meminta Izin kepada orang tuanya untuk pergi ke daerah yang masih asing baginya. Orang tua ibu, memperbolehkan.

Ibupun berangkat, dengan menempuh perjalanan darat. Perjalanan darat yang ditempuh dari jawa tengah ke kota Bandar lampung lamanya kurang lebih sekitar 24 jam. Yang dilalui dengan menaiki Bus dan Kapal ketika melewati selat sunda. Ibu sama sekali merasa asing dengan daerah ini, tapi ibu yakin bahwasanya perjalanan ini akan menjadi sejarah penting dalam hidupnya. Pada akhirnya ibu berhasil menginjakkan kaki di tanah lampung. Sesampainya di ibu kota provinsi lampung yang pada saat itu namanya adalah Kota Tanjung Karang, Ibu langsung disambut oleh Ayah di sebuah terminal Rajabasa Lampung. Sesampainya disana ibu langsung diantar menuju tempat yang telah disediakan oleh ayah. Yaitu dirumah salah seorang kerabat ayah yang berasal dari daerah yang sama dengan ayah. Sementara ayah mengontrak di daerah yang tidak jauh dari tempat ibu tersebut.

Beberapa waktu berlalu, sudah cukup lama ibu tinggal di perantauan. Suatu hari ayah mengajak ibu untuk bersiap-siap dan memintanya untuk mengenakan pakaian terbaiknya. Ibu bertanya-tanya karena ibu sama sekali tidak mengetahui rencana ayah. Tapi ayah sama sekali tidak memberi tahu ibu tentang rencananya. Ibupun menuruti. Hingga tibalah ayah membawa Ibu ke suatu tempat yang ternyata adalah KUA.

Hmmmb… kejutan yang sangat mengejutkan dari ayah untuk ibu. Akad nikahpun dilaksanakan pada saat itu juga. Dengan menghadirkan 2 orang saksi yang merupakan kerabat ayah, serta satu orang penghulu. Ibu bilang, ibu benar-benar terkejut pada saat itu. bagaimana bisa?

Sesampainya di rumah, ibu bilang pada ayah, dalam bahasa jawa yang aertinya “kapan mas izin ke orang tuaku? Dengan keheranan yang amat sangat.

Dengan santai ayah menjawab “ Pas saya main ke rumahmu”.

Ternyata pada saat ayah berkunjung ke rumah orang tua ibu, dalam perbincangannya dengan orang tua ibu ayah meminta izin untuk membawa ibu ikut bersamanya dan meminta izin untuk menikahinya. Dan pada saat itu orang tua ibu mengizinkan tanpa memberi tahu ibu.

Pernikahan itu dilakukan oleh penghulu dan tanpa kehadiran wali nasab dari Ibu. Tentu saja.. Orang tua Ibu dan keluarga besar ibu bukanlah muslim. Keluarga ibu adalah penganut agama Budha. Namun begitu Sekarang, sudah banyak dari saudara-saudara Ibu Yang berpindah agama menjadi muslim.

Setelah hari itu, tak lama kemudian ayah dan Ibu pulang ke jawa tengah. Pertama mereka berkunjung terlebih dahulu ke rumah orang tua ayah, disana telah disiapkan acara syukuran oleh keluarga ayah. Dan selanjutnya ayah dan Ibu berkunjung ke rumah orang tua Ibu di Temanggung Jawa Tengah bersama dengan keluarga ayah.

Syukuran pernikahan dilakukan dengan amat sederhana, tidak ada pesta pernikahan besar-besaran hanya berbentuk syukuran kecil-kecilan. Maka jangan heran kalau ayah dan ibuku tak punya foto pernikahan yang begitu istimewa bagi setiap orang. Tapi bagi mereka kisah perjalanan cinta mereka sudah sangat istimewa dan akan selalu menjadi sejarah penting yang tak akan habis untuk dikenang sepanjang hidup mereka.

Dua tahun kemudian pada tanggal 01 Oktober 1987 lahirlah anak pertama ayah dan Ibu yang merupakan kakak pertama kami yaitu Firman Malik Sakti Aji yang mana kami memanggilnya dengan panggilan Mas Firman. Kemudian Pada tanggal 14 April 1989 lahirlah kakak kedua kami yaitu Asnam Anwar Nugroho atau sering disebut Mas Aan. Dan 5 tahun kemudian Lahirlah Aku dan saudara kembarku yaitu Nella Kurnia Anggrahini dan Nelly Kurnia Dewi pada tanggal 03 Oktober 1994. Begitulah sedikit cerita perjalanan cinta Ayah dan Ibu. Untuk ceritanya yang lebih lengkapnya silahkan tanyakan sendiri pada Ayah Dan Ibu. ^_^

Setiap Orang punya kisah cintanya masing-masing. Salam Cinta untuk kita semua…. J

Bandung, 19 Mei 2015

Nella Kunia Anggrahini

Keep Smile, Keep Spirit

^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s