TRIP TO BROMO

TRIP TO BROMO
Oleh: Nella Kurnia Anggrahini

 

Kembali menengok album yang sudah sekitar dua tahun tersimpan. Sebuah album perjalanan yang luar biasa bersama teman-teman seperjuangan di kampung Inggris Pare, Kediri. Album yang berisi foto-foto perjalanan di Gunung Bromo, Jawa Timur. Masih sangat teringat di memori saya bagaimana kami menempuh perjalanan selama kurang lebih lima hingga tujuh jam dari pare menuju bromo dengan menggunakan sepeda motor. Kami berhasil sampai ke Bromo meskipun hanya bermodalkan Aplikasi GPS. Kami juga sempat tersesat dan salah jalur karena tergiur oleh sebuah petujuk arah yang menunjukan jalur pintas dengan selisih 10 KM lebih cepat.

Di hari yang sudah gelap, jalanan yang sepi berupa jalan setapak yang dikelilingi kebun dan jurang, jalan tanah yang becek ditambah dengan langit yang gerimis, serta tidak ada lampu penerangan sedikitpun membuat ketersesatan kami menjadi semakin menegangkan. Beberapa kali motor kami berjalan dengan terseok-seok karena jalan tanah yang sangat licin bahkan beberapa diantara kamipun sempat terpeleset dan jatuh. Meskipun begitu kami tetap berusaha menemukan jalan keluar dengan hanya menggunakan insting dan terus menelusuri jalan. Ingin sekali kembali ke jalur semula, namun sudah terlampau jauh. GPS yang kami pakai juga tidak dapat beroperasi karena tidak ada sinyal. Masing-masing dari kami berusaha untuk saling memotivasi dan sabar menghadapi situasi tersebut. Kami lebih banyak diam dan berdo’a dengan harapan dapat segera keluar dari tempat tersebut. Sekitar dua atau tiga jam melewati situasi itu, akhirnya kami bisa bernafas lega dan tersenyum bahagia ketika kami berhasil menemukan sebuah jalan aspal yang cukup besar. Disitu kami semua mulai membuka suara bercerita tentang perasaan-perasaan takut, gelisah, khawatir, dan sebagainya yang terpendam selama perjalanan tadi.

Kami juga sempat merasa kecewa ketika tidak berhasil mendapatkan sunrise Gunung Bromo karena tertutup kabut. Dan bukan hanya kami, tapi seluruh pengunjung sepertinya juga merasakan hal yang sama. Namun, meskipun tidak mendapatkan sunrise kami justru mendapatkan kenalan baru yaitu seorang ibu dan dua orang anaknya yang kira-kira seusia dengan kami. Kemudian kami bersama-sama menyisiri tempat-tempat lain dari tempat wisata Bromo. Segala kelelahan selama perjalanan, serta kekecewaan kami karena tidak mendapatkan sunrise bromo terobati dengan keindahan alam Bromo yang luar biasa. Pasir berbisik, kawah bromo, puri hindu, bukit teletubies, padang savana dan sebagainya membuat kami bersyukur karena berkesempatan melihat alam sebagai ciptaan Tuhan yang luar biasa indah.

Alnia, Danial, Mas Adi, Kak Rusdi, dan Kak …. terimakasih untuk perjalanan dan pengalaman luar biasanya.

 

Salam
Nella Kuraini ^_^

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s